BabelMendunia.com, MALANG — Mahasiswa KKNMAs Kelompok 16 Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memperkenalkan rocket stove sebagai salah satu program kerja teknologi tepat guna pada 25 Agustus 2026. Tungku ini dibuat menggunakan material yang mudah diperoleh, salah satunya bata ringan, sebagai upaya pemanfaatan sumber daya sederhana dan efisiensi energi.
“Pembuatan rocket stove ini kami lakukan dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan, seperti bata ringan. Kami berharap teknologi sederhana ini dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Akhmadani Bahaillah, mahasiswa KKNMAs Kelompok 16.
Program ini merupakan bagian dari KKNMAs 2026, program KKN kolaboratif yang melibatkan 59 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia di wilayah Malang Raya, dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah. Selain rocket stove, Kelompok 16 melaksanakan pembuatan pupuk organik dari ampas tebu dan kotoran sapi, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi penyakit tidak menular.
Kelompok 16 didampingi DPL Retno Firdiyanti, S.Psi., M.Psi., dan beranggotakan 14 mahasiswa: Akhmadani Bahaillah dan Fiona Anastasia (UMM); M. Fariel Syima (UMB); Syifa Nur Azizah (UMPKU Surakarta); Nina Widyastuti (UMS); Fuan Maharani (UM Kuningan); Putri Fitria Rizki (UM Cirebon); Ahmad Faisal (UM Makassar); M Hiba Bruce Basmallah (UAD); Andi Asmin Palinrangi (UM Sinjai); Ahtaka Isyana Zahra Zen (UM Purwokerto); Putri Salzabila dan Andayani (UM Bone); serta Kanaya Nessandra Ays Ray (UM Palu).
Penulis: M. Fariel Syima
