Indeks

KKN MAS Kelompok 57 dan 58 Resmi Ditarik dari Desa Tegalgondo, Tinggalkan Kesan dan Program Pemberdayaan

BabelMendunia.com, Malang, 27 Agustus 2026 — Setelah satu bulan menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 57 dan 58 resmi mengakhiri masa pengabdiannya di Desa Tegalgondo.

Acara penutupan dan penarikan mahasiswa KKN MAS berlangsung penuh haru dan khidmat di Balai Desa Tegalgondo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian program kerja yang telah dilaksanakan selama satu bulan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal desa.

Acara dihadiri jajaran Pemerintah Desa Tegalgondo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pengurus RW, Ketua RT 40 hingga RT 43, warga masyarakat, serta mahasiswa KKN MAS Kelompok 57 dan 58.

Dalam laporan penutupan, Koordinator Desa KKN MAS Kelompok 57, Rinda Setiawati, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Desa, perangkat desa, DPL, serta seluruh masyarakat Desa Tegalgondo yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

“Kami datang ke Desa Tegalgondo dengan membawa program untuk memberikan sedikit kontribusi. Namun, pada akhirnya justru kami yang mendapatkan banyak pelajaran dari masyarakat. Kami belajar tentang kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan kesabaran secara langsung di lapangan. Pengalaman di Desa Tegalgondo adalah guru yang terbaik bagi kami,” ujar Rinda.

Rinda juga berharap berbagai program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dirintis bersama dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.

“Hari ini secara kegiatan kami memang berpamitan, tetapi kami berharap silaturahmi yang sudah terjalin tidak berhenti sampai di sini,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Desa KKN MAS Kelompok 58, Muhammad Arif Akbar. Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan, bantuan, serta bimbingan yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat Desa Tegalgondo selama pelaksanaan KKN.

“Seluruh rangkaian kegiatan Kelompok 58 dapat terlaksana dengan baik hingga acara penutupan hari ini berkat sinergi yang luar biasa. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama menjalankan kegiatan terdapat kekurangan maupun kesalahan, baik dalam perkataan, sikap, maupun perbuatan yang kurang berkenan di hati Bapak, Ibu, dan warga sekalian,” ungkap Arif.

Mewakili Pemerintah Desa Tegalgondo, Sekretaris Desa Tegalgondo, Sanik Darmawati, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN MAS telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Para mahasiswa dinilai mampu berbaur dengan masyarakat serta membangun komunikasi dan kerja sama mulai dari tingkat RW hingga RT.

“Adik-adik mahasiswa telah bekerja keras dengan penuh semangat dan membaur dengan sangat baik bersama warga, dari tingkat RW hingga RT. Pintu Desa Tegalgondo akan selalu terbuka lebar untuk kalian semua,” tutur Sanik dalam sambutannya.

Apresiasi serupa disampaikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Tegalgondo. PRM menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kontribusi aktif mahasiswa KKN MAS yang tidak hanya berfokus pada program fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran anak-anak dari KKN MAS Kelompok 57 dan 58 telah memberikan suntikan energi positif bagi dakwah dan kegiatan sosial di desa ini. Kerja keras kalian dalam memperkuat potensi lokal patut diapresiasi. Semoga ilmu dan nilai kemanusiaan yang kalian tebar di Tegalgondo menjadi amal jariyah dan bekal berharga untuk masa depan kalian,” ungkap Erfan Hidayat selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Anung Putri Illahika, M.Si., turut menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Ia menilai misi untuk mengasah nilai humanisme dalam mewujudkan desa yang berkelanjutan telah berhasil diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis dari mahasiswa kepada Pemerintah Desa Tegalgondo. Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, sesi foto bersama, serta jabat tangan sebagai tanda perpisahan antara mahasiswa dan masyarakat.

Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya hubungan yang telah terjalin selama satu bulan. Bagi para mahasiswa, Desa Tegalgondo telah menjadi ruang belajar sekaligus tempat tumbuhnya pengalaman dan persaudaraan.

“Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang membawa keluarga dan kenangan.”

Penulis: Isham Rizqullah
Exit mobile version