BabelMendunia.com, Bekasi — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatunnajah Bekasi melaksanakan rangkaian kegiatan pembelajaran bagi anak-anak selama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung selama tiga pekan, mulai 3 hingga 22 Agustus 2026. Program tersebut memadukan pembelajaran keagamaan, Al-Qur’an, bahasa Arab, kreativitas, pengenalan sains sederhana, serta permainan dan perlombaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Berbagai kegiatan dirancang secara edukatif, religius, kreatif, dan menyenangkan dengan tujuan memberikan penguatan terhadap pengetahuan dasar keagamaan sekaligus mengembangkan kemampuan dan karakter anak.
Pembelajaran kemudian dikemas melalui storytelling kisah Nabi Yusuf. Melalui metode tersebut, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai keteladanan seperti kesabaran, kejujuran, keteguhan hati, dan sikap memaafkan. Pekan pertama juga dilengkapi dengan kegiatan Jumat Bersih serta pembelajaran doa sehari-hari, seperti doa untuk orang tua dan doa sebelum serta sesudah makan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah eksperimen sederhana air berjalan. Kegiatan tersebut digunakan sebagai media untuk mengenalkan konsep sains sederhana melalui pengalaman langsung. Anak-anak juga mengikuti Coloring Day sebagai sarana mengembangkan kreativitas, konsentrasi, ketelitian, dan koordinasi motorik.
Pada pekan ketiga, kegiatan diarahkan pada penguatan dan evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari. Setelah kegiatan diliburkan pada 17 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pembelajaran kembali dilaksanakan melalui tahsin serta Recall & Review.
Melalui kegiatan Recall & Review, anak-anak diajak mengingat kembali materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya, mulai dari adab, doa sehari-hari, bahasa Arab, makhraj, tahsin, hingga materi keagamaan lainnya. Metode tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman anak melalui proses pengulangan dan interaksi.
Selain pembelajaran, mahasiswa juga mengadakan sejumlah perlombaan, seperti estafet gelas, makan biskuit, dan cerdas cermat. Perlombaan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk melatih kerja sama, konsentrasi, keberanian, koordinasi, daya ingat, dan sportivitas anak-anak.
Menjelang berakhirnya rangkaian program, anak-anak kembali mendapatkan pembelajaran tahsin dan menulis sambung huruf hijaiyah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an sekaligus keterampilan menulis huruf Arab.
Selama pelaksanaan KKN, kegiatan pembelajaran yang memadukan aspek keagamaan, bahasa, kreativitas, sains, permainan, dan perlombaan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dengan pendekatan yang lebih variatif. Selain memperoleh pengetahuan, anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan karakter melalui berbagai aktivitas individu maupun kelompok.
Bagi mahasiswa STIT Hidayatunnajah Bekasi, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Kegiatan KKN juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat.
