BabelMendunia.com, Malang, 29 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 57 menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui berbagai kegiatan keagamaan bersama masyarakat Perumahan IKIP Tegalgondo Asri.
Salah satu program yang menjadi unggulan adalah Gerakan Subuh Berjamaah yang dilaksanakan secara rutin di Masjid Sang Surya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program pengabdian, tetapi juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas ibadah dan interaksi sosial.
Sejak waktu fajar, mahasiswa KKN MAS Kelompok 57 secara konsisten mengikuti salat Subuh berjamaah bersama warga. Kehadiran mahasiswa turut memberikan semangat baru bagi jamaah sekaligus menciptakan suasana kebersamaan dalam aktivitas keagamaan di lingkungan Perumahan IKIP Tegalgondo Asri.
Kegiatan tidak berhenti setelah salat Subuh. Kelompok 57 memanfaatkan waktu tersebut dengan menggelar diskusi keumatan dan kajian keislaman secara santai dan interaktif. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa, tokoh agama, dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua KKN MAS Kelompok 57, Rinda Setiawati, mengatakan bahwa program Subuh berjamaah dirancang tidak hanya sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan emosional dan spiritual dengan masyarakat.
“Kami ingin pengabdian yang kami lakukan menyentuh aspek yang paling mendasar dalam kehidupan warga, yaitu ibadah. Melalui Subuh berjamaah dan diskusi keumatan, kami bisa membaur tanpa sekat sekaligus menghidupkan syiar AIK di Masjid Sang Surya,” ujar Rinda.
Program tersebut mendapat respons positif dari takmir masjid dan masyarakat Perumahan IKIP Tegalgondo Asri. Keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan dinilai mampu menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menambah semangat jamaah untuk memakmurkan masjid.
Selain itu, diskusi yang dilaksanakan setelah salat Subuh menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Warga dapat berdialog secara langsung dengan mahasiswa maupun tokoh agama mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan.
Bagi mahasiswa KKN MAS Kelompok 57, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai AIK ke dalam praktik pengabdian yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan atau pemberdayaan, tetapi juga melalui upaya menghidupkan aktivitas keagamaan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui konsistensi Gerakan Subuh Berjamaah dan diskusi keumatan, KKN MAS Kelompok 57 berharap kebiasaan positif tersebut dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, sehingga keberadaan mahasiswa selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemakmuran Masjid Sang Surya.
Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinteraksi, dan tumbuh bersama masyarakat. Sebab, bagi KKN MAS Kelompok 57, pengabdian bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga tentang nilai dan kebiasaan baik yang dapat ditinggalkan setelah masa pengabdian berakhir.
