Indeks
Opini  

Melati dalam Kain Cual Maslina: Makna di Balik Motif yang Sederhana

Oleh: Maya Aulia & Dendra Saputra

BabelMendunia.com, Kain Cual Maslina dikenal sebagai salah satu kain tradisional khas Bangka Belitung yang masih diproduksi hingga sekarang.Kain ini tidak hanya dipakai sebagai busana, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang tercermin dari motif-motifnya. Salah satu motif yang sering dijumpai adalah motif bunga melati(Gambar 1), yang tampil sederhana namun memiliki arti mendalam. Dari hasil kunjungan ke sentra Kain Cual Maslina, motif bunga melati tampak sudah disederhanakan. Spesiesmelati Jasminum sambac (L.) Aiton. Motif bunga melati yang tertata rapi tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapijuga melambangkan kesucian, ketulusan, dan keanggunan nilai-nilai yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Proses pembuatan kain ini, mulai dari pemilihan benang, pewarnaan alami, hingga teknik tenun yang rumit, menunjukkan dedikasi dan ketelitian para perajin yang menjaga tradisi tetap hidup. Lebih dari sekadar kain, motif melati padaCual menjadi jendela bagi siapa saja untuk memahami budaya, estetika, dan filosofi hidup masyarakat lokal, sekaligus membuktikan bahwa warisan tradisional mampu bersinergi dengan zaman modern tanpa kehilangan identitasnya.

Motif tersebut tidak dibuat menyerupai bunga melati secara nyata, melainkan disesuaikan dengan gaya khas kain tradisional. Bentuk yang sederhana ini justru menjadi ciri tersendiri yang memperkuat pesan dan makna dari motif melati. Bagi masyarakat Melayu, bungamelati memiliki makna kesucian, kelembutan, dan sikap santun.Melati sering digunakan dalam berbagai kegiatan adat, terutama pada acara pernikahan, sebagai simbol niat baik dan harapan akan kehidupan yang rukun. Kehadiran motif melati pada Kain Cual Maslina mencerminkan nilai tersebut, yaitu keindahan yang lahir dari kesederhanaan dan kebersihan hati. Selain mencerminkan budaya Melayu, motif bunga melati pada Kain Cual Maslina juga memperlihatkan pengaruh budaya Cina. Dalam tradisi Cina, melati dikenal sebagai bunga yang melambangkan kemurnian dan ketenangan. Penggunaan motif ini menunjukkan adanya percampuran budaya yang telah berlangsung lama di Bangka Belitung, di mana unsur budaya Melayu dan Cina saling berdampingan dan memperkaya satu sama lain. Lebih dari itu, motif bunga melati juga mencerminkan adanya percampuran budaya yang panjang di Bangka Belitung. turut memberikan nuansa tambahan pada kain Cual Maslina. Kehadiran motif ini menunjukkan bagaimana unsur budaya Melayu dan Cina saling berdampingan, berinteraksi, dan memperkaya satu sama lain dalam konteks kehidupan masyarakat lokal.

Jika di liat dari sudut pandang perspektif etnobotani, bunga melati tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan budaya masyarakat contohnya seperti minyak wangi , bahan herbal , Penggambaran bunga melati sebagai motif kain menjadi bukti nyata bagaimana tumbuhan dapat bertransformasi menjadi simbol yang menyampaikan nilai-nilai budaya dan estetika. Kain Cual Maslina, melalui motif bunga melatinya, menjadi media penting untuk menjaga tradisi, memperkuat identitas lokal, dan menanamkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya pada masyarakat luas.

Dengan demikian, kain Cual motif kembang melati bukan sekadarkarya seni tekstil atau pakaian tradisional. Kain ini merupakan pembawa nilai-nilai budaya, estetika, dan filosofi lokal yang kaya, yang layak untuk dipelajari, diapresiasi, dan dilestarikan baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberadaan kain Cual Maslina membuktikan bahwa warisan budaya tradisional mampu bersinergi dengan zaman modern tanpa kehilangan identitasnya, sekaligus menjadi jendela bagi siapa saja untuk memahami keindahan, kesederhanaan, dan makna mendalam yang terkandung di dalamnya.

Melihat keberadaan kain Cual Maslina dengan motif bungamelati, saya merasa bahwa tradisi ini tidak hanya sebatas kainyang indah secara visual, tetapi juga menjadi cermin nilai-nilailuhur masyarakat Bangka Belitung. Di era modern yang serba cepat dan digital, banyak warisan budaya berisiko hilang atau dilupakan. Namun, kain Cual tetap mampu bertahan karena mengandung makna yang mendalam, sehingga tidak sekadar dilihat sebagai benda material, melainkan sebagai simbol identitas dan filosofi hidup.

Motif melati yang sederhana namun sarat makna mengajarkan kita bahwa keindahan tidak selalu harus rumit; nilai sejati justru muncul dari kesederhanaan dan ketulusan. Dalam konteks masyarakat lokal, motif ini mengingatkan kita pada pentingnya keselarasan antara manusia dan lingkungan, serta harmoni sosial yang tercermin dalam ritual, adat, dan kehidupan sehari-hari.Selain itu, interaksi antara budaya Melayu dan Cina yang terlihat dalam motif ini menunjukkan bahwa budaya bersifat dinamis dan terbuka untuk saling memengaruhi, namun tetap bisa menjaga akar tradisi masing-masing

Kami percaya bahwa pelestarian kain Cual Maslina bukan hanyatanggung jawab para perajin atau pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas. Setiap helai kain yang tersimpan atau dikenakan memiliki potensi untuk menyampaikan pesan budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal, dan menginspirasi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya. Oleh karena itu, kain Cual motif bunga melati bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga jembatan antara tradisi dan modernitas, yang mengajarkan kita untuk menghargai nilai, filosofi, dan seni dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, keberadaan kain Cual Maslina menegaskan bahwa budaya lokal tidak pernah kehilangan relevansi meskipun dunia terus berubah. Keindahan dan makna motif melati mengingatkan kita bahwa menjaga tradisi tidak berarti menolak perubahan, tetapi mampu menyelaraskan nilai-nilai lama dengan dinamika zaman modern. Jika kita mampu menghargai dan mendukung keberlanjutan karya-karya seperti ini, maka warisan budaya akan tetap hidup, menjadi sumber inspirasi, dan memberikan identitas yang kokoh bagi masyarakat Bangka Belitung maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Kordinator Etnobiologi Dr Sulvi Purwayantie,. S.TP,MP

Exit mobile version