Indeks

Lestarikan Budaya Lokal Bangka Belitung melalui Senam Bedincak dalam Semarak HUT RI di RW 05 Bumiaji

BabelMendunia.com, BUMIAJI – Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, terasa begitu istimewa. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, warga Dusun Banaran, RW 05, diperkenalkan sekaligus menyaksikan penampilan perdana Senam Bedincak, khas provinsi Bangka Belitung. Penampilan yang penuh semangat ini dipersembahkan oleh Kelompok 3 dan Kelompok 4 mahasiswa KKN yang bertugas di wilayah tersebut, mendapat sambutan antusias dan tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

Kegiatan berlangsung di lapangan umum Dusun Banaran, dimulai pukul 08.00 WIB. Senam Bedincak ini sengaja disajikan sebagai pembuka dan pemanasan sebelum dimulainya rangkaian lomba 17 Agustus, agar seluruh warga berkumpul dengan semangat membara dan energi penuh sebelum bersaing secara seru-seruan. Irama musik yang rancak dan gerakan yang lincah namun tetap tertata membuat mata warga tak berpaling. Senam Bedincak yang digagas dari gerakan tarian rakyat ini tampil memukau, dipadukan dengan semangat anggota KKN MAS yang memandu langsung di jalanan depan kediaman Ibu RW , hingga mengajak warga ikut bergerak bersama dan membangun suasana kegembiraan sebelum lomba dimulai.

Ketua RW 05, Ibu Umi Kulsum, yang turut hadir dan menyaksikan penuh antusiasme, menyampaikan apresiasi yang mendalam.
“Saya sangat bangga dan senang. Di hari kemerdekaan ini, bukan hanya bersenang-senang, kita juga diperkenalkan budaya dari daerah lain. Menjadikan Senam Bedincak sebagai pembuka sebelum lomba adalah ide yang sangat bagus semangatnya menular ke semua orang! Gerakannya indah, penuh semangat, dan sangat cocok untuk kita semua. Semoga menjadi awal kebersamaan yang tak hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga mempererat tali persaudaraan antar generasi dan antar daerah.”

Mahasiswa selaku perwakilan Kelompok 3 dan 4 menjelaskan bahwa Senam Bedincak dipilih karena gerakannya yang ceria, bertenaga, dan mengandung pesan kebersamaan serta kegembiraan dan sangat tepat dijadikan pemicu semangat sebelum lomba-lomba dimulai. Harapannya, perkenalan senam ini tidak hanya menjadi hiburan sesaat atau sekadar pembuka acara, tetapi juga bisa terus diamalkan warga sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Suasana semakin hangat ketika anak-anak hingga ibu-ibu mulai ikut menirukan gerakan senam diiringi sorak-sorai kemerdekaan, membangun energi positif yang membuat seluruh rangkaian lomba selanjutnya berjalan lebih hidup dan penuh antusiasme. Acara berakhir penuh senyum dan semangat, meninggalkan kesan mendalam bahwa kemerdekaan Indonesia adalah milik seluruh anak bangsa, yang kaya akan budaya dan persatuan

Exit mobile version