BabelMendunia.com, PANGKALPINANG — Perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang akan semakin meriah dengan hadirnya persaingan sengit dalam Turnamen PS Djoeang 1912. Di Grup D, nama Ari Juliansyah menjadi salah satu pemain yang siap mempertaruhkan kemampuan dan mentalnya untuk merebut tiket ke fase gugur.
Ari tergabung di Grup D bersama Wahyu, Jazky, Minto, dan Sarkawi. Grup ini diprediksi menyajikan persaingan ketat, terutama karena Ari menyadari bahwa Jazky dan Minto bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.
Meski demikian, Ari tetap memasang keyakinan untuk melewati fase grup.
“Saya optimistis bisa lolos dari Grup D. Tapi saya tidak mau terlalu muluk-muluk. Target maksimal saya adalah semifinal,” ujar Ari.
Bagi Ari, fase grup bukan sekadar formalitas. Setiap pertandingan akan menjadi pertarungan untuk mengamankan langkah menuju babak berikutnya. Ia sadar, satu kesalahan kecil dapat mengubur ambisi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Namun, tantangan sebenarnya baru akan dimulai setelah fase grup terlewati. Jika berhasil mengamankan tiket semifinal, Ari harus bersiap menghadapi para “algojo” dari Grup A, B, dan C—pemain-pemain yang juga datang dengan ambisi serupa untuk menjadi yang terbaik.
Ari pun memilih untuk tidak membebani dirinya dengan target juara.
Lolos dari Grup D terlebih dahulu. Menang satu demi satu. Kemudian melangkah sejauh mungkin.
Pada 17 Agustus nanti, ketika pertandingan dimulai dan tekanan semakin besar, Ari Juliansyah akan membawa satu prinsip sederhana: berjuang maksimal, menikmati setiap pertandingan, dan tidak menyerah sebelum langkahnya benar-benar terhenti.
Semifinal menjadi target. Namun untuk mencapainya, Ari harus terlebih dahulu melewati empat rintangan di Grup D: Wahyu, Jazky, Minto, dan Sarkawi.
Dan pertarungan itu akan dimulai pada hari kemerdekaan.
