BabelMendunia.com, Bangka- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung membuat inovasi pangan berbasis potensi lokal melalui produk Opak Ubi “Krenyes Pesss” di Dusun Air Abik. Program ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKN yang diarahkan untuk mengolah bahan pangan lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan pembuatan produk dilaksanakan di posko KKN dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam beberapa tahapan produksi. Kegiatan diawali dengan menyiapkan bahan dan peralatan, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan ubi menjadi adonan opak. Setelah itu, adonan dibentuk dan diproses hingga menghasilkan opak dengan tekstur renyah serta cita rasa gurih yang menjadi ciri khas produk tersebut.
Adapun mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Kurnia Akbar, Nadya Listyaningrum Norkhasanah, Leslita Damila, Artika, Marcelia, Nur Zahra, Anisa Febri Haristi, Kharisma Dillya Vandora, dan Radit Affandi. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, hingga pengemasan dan pemasaran produk.
Tidak hanya berfokus pada proses produksi, mahasiswa KKN juga memberi perhatian pada aspek identitas produk, pengemasan, dan pemasaran. Produk ini diberi nama “Krenyes Pesss” sebagai identitas yang mudah dikenali dan diingat oleh konsumen. Kemasan produk juga dirancang lebih menarik agar mampu memberikan kesan layak jual sekaligus memperkuat nilai estetika dan profesionalitas produk olahan tersebut.
Dari sisi pemasaran, mahasiswa memperkenalkan strategi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat, seperti pemasaran secara langsung maupun melalui media sosial. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran serta memperkenalkan produk olahan berbahan dasar ubi kepada masyarakat di luar wilayah Dusun Air Abik.
Pembuatan Opak Ubi “Krenyes Pesss” tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan produk pangan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat melihat potensi ekonomi dari bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Ubi yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi sehari-hari, kini dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki bentuk, kemasan, dan identitas lebih siap dipasarkan.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UnmuhBabel berharap inovasi Opak Ubi “Krenyes Pesss” dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan produk berbasis potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Dusun Air Abik.
Program ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga belajar mengembangkan branding, pengemasan, pemasaran, serta penguatan nilai ekonomi produk lokal.
Atas terlaksananya kegiatan tersebut,
mahasiswa KKN menyampaikan terima kasih kepada LPPMPP Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung atas bimbingan dan dukungan selama pelaksanaan program. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Dusun dan masyarakat Dusun Air Abik atas kerja sama dan partisipasinya, serta kepada seluruh rekan mahasiswa KKN yang telah berkontribusi dalam pembuatan Opak Ubi “Krenyes Pesss”.
Ke depan, produk Opak Ubi “Krenyes Pesss” diharapkan tidak berhenti sebagai luaran program KKN, tetapi dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, desain kemasan, dan strategi pemasaran sehingga memiliki peluang menjadi salah satu produk olahan pangan lokal yang bernilai ekonomi.








