Mahasiswa KKN UNMUH BABEL 2026 Bangun Dua Tugu sebagai Identitas Desa Penyampak

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Penyampak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH BABEL) tahun 2026 membangun dua tugu di Desa Penyampak sebagai salah satu program kerja utama selama menjalankan kegiatan KKN. Kedua tugu tersebut dibangun di dua ujung desa yang menjadi akses masuk dan keluar wilayah Desa Penyampak.

Pembangunan dua tugu ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama berada di Desa Penyampak. Selain sebagai penanda wilayah, keberadaan tugu diharapkan dapat memperkuat identitas Desa Penyampak dan memudahkan masyarakat maupun pengunjung mengenali wilayah desa saat melintas.

Masing-masing tugu memiliki dua sisi dengan tulisan yang berbeda. Satu sisi bertuliskan “Selamat Datang di Desa Penyampak”, sedangkan sisi lainnya bertuliskan “Selamat Jalan dari Desa Penyampak”. Tulisan tersebut dibuat agar dapat terlihat sesuai dengan arah perjalanan, baik bagi mereka yang sedang memasuki maupun meninggalkan wilayah Desa Penyampak.

Baca Juga  Safari Ramadhan PWM Bangka Belitung: Menguatkan Silaturahmi dan Menebar Kepedulian

Dalam proses pembangunannya, mahasiswa KKN UNMUH BABEL turut mendapat bantuan dari masyarakat Desa Penyampak. Pengerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong, mulai dari menyiapkan bahan dan material hingga proses pembangunan kedua tugu. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan dan menunjukkan adanya kebersamaan antara mahasiswa KKN dan warga desa.

Bagi mahasiswa KKN, pembangunan dua tugu ini bukan sekadar menyelesaikan salah satu program kerja yang telah direncanakan. Proses pengerjaannya menjadi pengalaman tersendiri karena mahasiswa dapat terlibat langsung dan bekerja bersama masyarakat. Dari kegiatan tersebut, tercipta kebersamaan yang menjadi bagian dari perjalanan KKN selama berada di Desa Penyampak.

Kini, dua tugu yang berdiri di kedua ujung Desa Penyampak menjadi salah satu penanda wilayah desa. Tulisan “Selamat Datang di Desa Penyampak” dan “Selamat Jalan dari Desa Penyampak” menjadi simbol sederhana yang menyambut setiap orang yang datang sekaligus mengiringi mereka yang meninggalkan desa.

Baca Juga  Rektor Unmuh Babel Tegaskan Netralitas di tengah Isu Sara Pegawai

Melalui pembangunan dua tugu ini, mahasiswa KKN UNMUH BABEL 2026 berharap kedua tugu tersebut dapat terus dijaga dan menjadi bagian dari identitas Desa Penyampak. Bagi mahasiswa, kedua tugu tersebut juga menjadi salah satu kenangan dari 42 hari kebersamaan, kerja sama, dan pengabdian bersama masyarakat Desa Penyampak
apakah narasi berita diatas sudah baik dan benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *