Pendahuluan
BabelMendunia.com, Perkembangan globalisasi telah membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya kemajuan teknologi membuat masyarakat mudah mengakses informasi, berkomunikasi dan berbagai layanan lainnya. Apalagi dalam dunia pendidikan hal tersebut membuka peluang bagi peserta didik untuk mendapatkan sumber belajar yang lebih luas. Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) dalam statistic telekomunikasi Indonesia sebanyak 72,78% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada tahun 2024. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 69,21%. Berdasarkan data menunjukkan bahwa internet menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat (BPS, 2024).
Perkembangan tersebut memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Siswa dapat mengakses sumber belajar, mengikuti pembelajaran secara daring, dan lainnya. Tetapi globalisasi tidak hanya membawa pengaruh postif, kemudahan internet juga bisa menimbulkan masalah apabila tidak disertai dengan sikap yang bijak. Anak muda bisa menerima informasi langsung yang belum tentu itu benar atau berita bohong (hoaks), mengikuti trend tanpa mempertimbangkan dampak yang akan terjadi, perundungan di media sosial (cyberbullying) bahkan terlalu fokus pada dunia digital tanpa peduli terhadap lingkungan sekitar (Widiatmaka et al., 2023).
Dari kondisi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak cukup jika hanya pintar dalam akademik dan keterampilan penggunaan teknologi, tetapi juga harus memiliki sikap yang baik. Oleh karena itu pendidikan karakter sangat penting. Pendidikan karater membantu anak-anak dan remaja agar menjadi pribadi yang baik, jujur, disiplin, bertanggung jawab dan peduli antar sesama manusia.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan sikap, nilai, dan kebiasaan positif pada siswa. Nilai-nilai seperti religious, jujur, mandiri, kreatif, berpikir kritis dan kompherensif. Nilai ini selaras dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) yang menjadi salah satu arah pendidikan dalam kurikulum Merdeka. Yang dimana program ini bertujuan mmembentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berbhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Dengan karakter yang baik, generasi muda tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan semangat untuk maju (Rofiqi, 2023).
Di provinsi kepulauan bangka Belitung pendidikan karakter sudah mulai di perkuat dengan berbagai kegiatan di sekolah salah satunya P5, gorong royong, dan peduli lingkungan. Dengan adanya kegiatan tersebut bisa memberikan kesempatan langsung kepada peserta didik untuk menerapkan nilai karkater secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada sekolah, tapi juga pada keluarga serta lingkungan. Supaya pembentukan karakter generasi muda menjadi lebih optimal.
Jadi, berdasarkan uraian di atas peran pendidikan karakter itu sangat penting untuk persiapan generasi muda mengahadapi tantangan global. Pendidikan karakter bukan hanya tambahan dalam belajar, tetapi juga menjadi bagian penting untuk masa depan dan bangsa. Esai ini akan membahas mengenai pentingnya peran pendidikan karakter dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global, serta Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia.
Analisis Kritis
Tantangan terbesar bagi generasi muda di era global adalah penggunaan media sosial dan internet. Media sosial bisa digunakan untuk belajar, mencari informasi dan berkomunikasi, hampir semua aktivitas bisa dilakukan dengan bantuan internet. Tapi, dengan kemudahan tersebut juga bisa menyebabkan munculnya tantangn baru, yang dimana media sosial juga bisa menjadi tempat penyebaran berita palsu, cyberbullying dan berbagai konten yang kurang mendidik. Jika siswa tidak mempunyai kemampuan berpikir kritis mereka akan mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar.
Dalam kondisi seperti ini, pendidikan karakter perlu mengajarkan siswa untuk bersikap jujur dan tanggung jawab saat menggunakan media sosial. Supaya mereka belajar menghargai pendapat orang lain, tidak menggunakan media sosial untuk menghina, merendahkan serta mereka memeriksa terlebih dahulu informasi yang didapat sebelum menyebarkan pada orang lain. Dengan pendidikan karakter bisa membantu generasi muda menjadi pengguna teknologi yang cerdas tapi juga beretika.
Pemerintah telah menjadikan pendidikan karakter sebagi prioritas dalam kurikulum Merdeka dan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Tapi dalam praktik di sekolah masih memiliki berbagai tantangan. Contohnya seperti masih berfokus pada nilai akademik, masih melihat keberhasilan peserta didik melalui nilai ujian atau prestasi akademik, sedangkan perkembangan karakter belum mendapatkan perhatian yang sama. Sehingga pembelajaran cenderung berfokus pada penyelesaian materi dari pada pengembangan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Padahal tujuan pendidikan nasional bukan hanya mengahsilkan siswa yang cerdas, tetapi juga mengembangkan siswa yang mempunyai aklak baik, bertanggung jawab dan peduli terhadap sekitar (Wahyudi et al., 2023).
Selain tantangan dari perkembangan teknologi, dunia pendidikan juga menghadapi perubahan dalam kompetensi yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Generasi muda tidakhanya diharapkan memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi mereka juga perlu mengembangkan pemikiran kritis, Kerjasama tim, kemampuan komunikasi, dan mudah beradaptasi dengan situasi yang cepat berubah. Keterampilan ini tidak dapat berkembang dengan baik tanpa karakter yang kuat seperti tanggung jawab, disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu pendidikan karakter merupakan pondasi penting dalam mebentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menghadapi persaingan global sambil menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila (Sistia et al., 2023).
Di sisi lain, implementasi pendidikan karakter di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak setiap guru memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Sebagian guru masih lebih fokus pada pengajaran materi dan pencapaian tujuan kurikulum. Padahal keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada kurikulum, tapi juga keteladanan guru, budaya sekolah, dan kebiasaan konsisten yang dipraktikkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu penigkatan kemampuan guru melalui pelatihan dan dukungan merupakan Langkah penting untuk memastikan pendidikan karakter dapat diimplementasikan secara efektif (Sistia et al., 2023).
Selain sekolah, keluarga juga mempunyai pengaruh terhadap pembentukan karakter generasi muda, sekolah benar bisa membantu siswa memahami nilai karakter yang baik, tapi nilai-nilai tersebut akan lebih muda jika mereka juga melakukannya dilingkungan keluarga mereka. Misalnya di sekolah mereka selalu disiplin tetapi jika dirumah mereka malah sebaliknya. Jika mereka melakukan nilai yang bertentangn mereka akan sulit menerapkan perilaku positif tersebut. Oleh karena itu pendidikan karakter tidak hanya diperoleh dari sekolah tapi lingkungan keluarga dan leingkungan sekitar juga bisa mempengaruhi untuk memastikan pengembangan karakter yang optimal (Suriaman et al., 2024).
Globalisasi juga dapat mempengaruhi kepedulian sosial generasi muda, mereka lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain handphone dari pada berinteraksi dengan keluarga, teman atau lingkungan sekitar. Padahal kegiatan sosial, ikut organisasi, gotoong royong sangat penting untuk membangun empati dan rasa tanggung jawab. Penggunaan media sosial ynag berlebih bisa membuat generasi sulit dalam berkomunikasi langsung serta kecanduan gawai. Jadi pendidikan karakter itu sangat penting agar siswa mampu menggunakan teknologi sebagai sarana dalam belajar dan berkarya bukan digunakan untuk hal-hal yang negative (Jusmawati et al., 2024; Widiatmaka et al., 2023).
Tantangan selanjutnya adalah cepat masuknya budaya asing. Budaya asing tidak selalu buruk karena bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman baru, tapi anak muda perlu memilih budaya mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia. Jika siswa tidak mempunyai karakter yang kuat mungkin mereka mudah meniru gaya hidup budaya asing. Nilai karakter Indonesia perlu diutamakan dalam pembelajaran untuk menjaga identitas budaya ditengah pengaruh budaya luar. Karena pendidikan tidak hanya bertujuan untuk menciptakan siswa yang cerdas tetapi juga membentuk generasi yang paham akan jati diri bangsanya. Oleh karena itu nilai Pancasila, gotong royong dan lainnya perlu diperkuat dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat (Jusmawati et al., 2024) .
Banyak sekolah yang telah menerapkan pendidikan karakter dalam pembiasaan posistif, seperti gotong royong, projek penguatan profil pelajar Pancasila, gerakan literasi, peringantan hari besar keagamaan. Dampak positif dari kebrhasilan tersebut masih dipengaruhi oleh dukungan semua pihak. Tidak semua sekolah mempunyai fasilitas ,sumber daya serta kondisi lingkungan yang sama. Oleh sebab itu pendidikan karakter tidak hanya menjadi program sekolah tetapi juga benar-bensar menjadi budaya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ARGUMENTASI
Dari pembahasan sebelumnya, jelas bahwa pendidikan karakter merupakan faktor penting dalam mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Kemajuan teknologi, globalisasi, dan persaingan di banyak bidang memang mengharuskan generasi muda mempunyai kemampuan akdemik yang baik. Tapi, kekmpuan ini tidak akan berguna dengan baik jika tidak di kombinasikan dengan katakter yang baik juga.orang yang mempunyai sifat seperti jujur, bertanggung jawab, disiplisn, serta peduli terhadap sekitar akan lebih mampu menggunakan pengetahuna dan teknologi untuk tujuan yang bermanfaat. Tanpa karakter yang baik, kemajuan teknologi justru bisa digunakan untuk Tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain(Rofiqi, 2023).
Pendidikan karakter juga berperan dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad-21. Saat ini dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan kademik, tetapi juga kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, berpikir kritis, mampu bekomunikasi dengan baik, dapat memecahkan masalah serta mempunyai etika yang baik. Semua kemampuan tersebut berkaitan dengan karakter seorang. Maka, pendidikan karakter merupakan investasi jangka Panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia supaya mampu bersaing secara global tanpa menghilangkan nilai moral dan budaya bangsa (Sistia et al., 2023).
Selain membentuk karakter individu, pendidikan karakter juga berdampak signifikan terhadap kemajuan bangsa. Bangsa yang memiliki penduduk dengan karakter yang kuat akan lebi siap menfhadapai perubahan ekonomi, kemajuan teknologi, dan persaingan global yang semakin meningkat. Orang-orang yang mempunyai integritas, etos kerja yang kuat, disiplin, dan rasa tanggung jawab akan mudah beradaptasi dengan perubahan dan lebih mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, invvestasi dalam pengembangan pendidikan karakter bermanfaat bagi siswa secara pribadi serta memberikan manfaat bagi Pembangunan nasioanl (Suriaman et al., 2024).
Pendidikan karakter tidak hanya membantu generasi muda mempersiapkan diri untuk dunia kerja, tetapi juga mempunyai peran penting untuk menjaga persatuan bangsa. Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kelompok etnis,agama, budaya, bahsa dan Bahasa yang berbeda-beda. Dalam situasi seperti ini nilai-nilai toleransi, Kerjasama tim, saling menghormati, dan cinnta tanah air harus terus di tanamkan sejak usia sekolah dasar. Melalui pe didikan karakter, siswa belajar menghargai perbedaan sebagai kekuatan bagi bangsa, bukan sebagai penyebab perpecahan. Dengan demikian mereka tidak hanya menjadi siswa yang cerdas, tetapi juga warga negara yang dapat membantu menjaga persatuan ditengah masyarakat yang beragam (Suriaman et al., 2024).
Pendidikan karakter juga dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang menjadi bagian dari budaya sekolah. Misalnya, membiasakan siswa dtang tepat waktu, menjaga kebersihan kelas, melakukan kegiatan literasi, bekerja sama dengan kelompok, serta menghormati perbedaan pendapat. Banyak sekolah yang telah melaksanakan kegiatan seperti gerakan loterasi sekolah, proyek pneguatan profil pelajar Pancasila (P5), kegiatan keagamaan, Kerjasama masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini dapat membantu siswa mngembangkan nilai disiplin, bertanggung jawab, kerja tim, dan kepedulian terhadap masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif jika dilakukan melalui kebiasaan yang konsisten, dari pada hanya diajarkan sebagai bagian pembelajaran.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan imvestasi masa depan untuk kemajuan bangsa. Keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan individu tetapi juga mempengaruhi kualitas masyarakat dan Pembangunan nasional. Oleh sebab itu pendidikan karakter harus menjadiperhatian bersama agar Indonesia dapat mengahsilkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.
REKOMENDASI
Untuk memperkuat pendidikan karakter diperlukan Kerja sama antara sekolah, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sekolah perlu memasukkan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran dan kegiatan pembelajaran, bukan hanya pada mata pelajaran tertentu. Guru juga perlu menjadi teladan melalui sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan menghargai peserta didik. Keteladanan tersebut akan lebih mudah ditiru oleh peserta didik dibandingkan hanya melalui penyampaian materi di dalam kelas.
Keluarga juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anaknya. Orang tua harus menciptakan lingkungan yang mendukung melakukan kebiasaan positif, seperti mengajarkan kejujuran, disiplin, bertanggung jawab. Jika nilai-nilai yang diajarkan disekolah didukung oleh lingkungan keluarga, proses pem bentukan karakter akan lebih efektif dan berkelanjutan (Suriaman et al., 2024).
Pemerintah juga perlu terus mendukung pelaksanaan pendidikan karakter dengan memeprbaiki kebijakan pendidikan, meningkatkan kompetensi guru, dan menyediakan fasilitas ynag mendukung kegiatan pembelajaran yang berbasis karakter. Selain itu, pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) perlu diperkuat lebih lanjut agar tidak hanya menjadi kegiatan administrative, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa (Wahyudi et al., 2023).
Selain itu sekolah juga perlu menggunakan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan. Guru dapat menggunakam perangkat digital, video pembelajaran, dan platform digital lainnya, yang tidak hanya membantu siswa meningkatkan pemahaman peserta didik tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab, Kerjasama dan etika. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu dibuat khusus secara terarah supaya sejalan dengan tujuan kurikulum Merdeka dalam membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang bermakna (Wahyudi et al., 2023).
Bagi generasi muda, membangun karakter yang kuat dimulai dengan kesadaran diri sendiri.siswa perlu membiasakan diri untuk jujur dalam mengerjakan tugas, disiplin dalam manajemen waktu,, dan bertanggung jawab ats setiap perbuatan yang mereka lakukan, baik disekolah, keluarga, linggungan sekitar, maupun di media sosial. Sikap ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global yang membutuhkan kemampuan akademis dan integritas moral. Pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya berdasarkan peraturan sekolah, tetapi perlu dilakukan setiap orang secara sadar (Rofiqi, 2023).
Pada sekolah yang telah mengambangkan kegiatan yang berkaitan dengan budaya local,kepedulian lingkungan, literasi, dan kegiatan sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter bisa terus untuk dikembangkan. Melalui kegiatan ini siswa dapat belajar menghargai budaya local, menjaga lingkungan, bekerja sama, dan mengembangkan kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian pendidikan tidak hanya membantu membentuk karakter yang baik tetapi jug amemperkuat identitas daerah dan bngasa dalam menghadapi tantangan global.
Pada akhirnya, penguatan pendidikan karakter tidak dapat dilakukan dengan cepat atau hanya bergantung pada satu pihak. Tantangan global yang semakin meningkat membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter generasi muda. Pendidikan karakter perlu diwujudkan melaui keteladanan, kebiasaan dan pengalaman nyata yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sheingga generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknologi yang baik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, seta rasa tanggung jawab ynag tinggi. Dengan karakter yang kuat, generasi muda di Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan global, emggunakan teknologi dengan bijak, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai identitas dan pedoman hidup, masyarakat, bangsa, dan negara.
DAFTAR PUSTAKA
Jusmawati, O. :, Baharuddin, I., Fahreza, M., Pascasarjana, S., & Patompo, U. (2024). PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL. 12(1), 1–7.
https://doi.org/10.37081/ed.v12i1.5127
Rofiqi, A. (2023). Penguatan pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menuju era society 5.0.
https://doi.org/10.21831/jpka.v14i2.58908
Sistia, N., Putri, E., Setiani, F., Sandy, D. M., & Fath, A. (2023). Building Character Education Based On The Merdeka Curriculum Towards Society Era 5.0 (Vol. 18, Number 2). BPS. (2024). statistik-telekomunikasi-indonesia-2024.
Suriaman, S., Sundawa, D., Nurgiansah, T. H., & Insani, N. N. (2024). Analisis Perkembangan dan Dinamika Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Indonesia: Sebuah Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2).https://doi.org/10.21831/jpka.v15i2.73497
Wahyudi, A. E., Sunarni, S., & Ulfatin, N. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Berorientasi Pembentukan Karakter Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 8(2), 179–190.
https://doi.org/10.21067/jmk.v8i2.8532
Widiatmaka, P., Mujahidah, N., Rahmap, R., & Arifudin, A. (2023). Pendidikan karakter melalui karang taruna untuk membangun karakter sosial pada generasi digital native. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 32–41. https://doi.org/10.21831/jpka.v14i1.57036
