BabelMendunia.com, BANGKA TENGAH – Di tengah fenomena banyaknya sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah di kawasan pulau Jawa yang terpaksa gulung tikar akibat krisis peminat, tren sebaliknya justru ditunjukkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dinamika pertumbuhan positif ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Babel yang digelar di Gedung Diklat Kabupaten Bangka Tengah pada Kamis, 2 Juli 2026.
Dalam seremoni pembukaan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PW Muhammadiyah Bangka Belitung, Supiandi, M.Pd, secara resmi melaporkan lompatan ekspansi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Negeri Serumpun Sebalai.
“Jika awalnya di Bangka Belitung kami mengelola 23 sekolah, saat ini alhamdulillah instansi kita bertambah 3 sekolah baru. Sekolah baru tersebut meliputi SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba, SD Sains Qur’an Muhammadiyah Koba, serta SD Hizbul Wathan Pangkalpinang,” ungkap Supiandi.
Pesan senada juga dikuatkan oleh Wakil Ketua PWM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Pendidikan, Drs. H Edison Taher. Beliau menekankan bahwa pertambahan AUM ini menuntut komitmen ideologis yang kuat serta peningkatan kompetensi pedagogik yang terstandarisasi agar mutu kelulusan tetap terjaga.
Pertumbuhan masif di luar pulau Jawa ini memantik atensi khusus dari Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Bapak H. Didik Suhardi, Ph.D., yang hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, beliau mengapresiasi kerja keras jajaran wilayah dan daerah di Bangka Belitung. Ia membandingkan bahwa di saat beberapa daerah padat di Jawa mengalami penyusutan kuantitas siswa hingga penutupan sekolah, Bangka Belitung justru berhasil membuktikan terjadinya kemajuan dan perluasan akses pendidikan swasta.
H. Didik Suhardi mengingatkan agar pertambahan kuantitas ini wajib disokong oleh manajemen tata kelola kelembagaan yang modern serta penguatan ideologi guru agar sekolah baru ini langsung menjadi pilihan utama di masyarakat.
Setelah pembukaan resmi, agenda Rakorwil yang diikuti oleh 69 peserta dari berbagai daerah. Diantaranya terdapat kepala sekolah, bendahara, dan operator sekolah Muhammadiyah. Rapat Koordinasi ini langsung bergulir ke sidang-sidang pleno komisi untuk menyusun program prioritas tahun anggaran 2026/2027 serta penguatan strategi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (AS)






