Indeks

“Fikih Puasa yang Membebaskan: Kajian TAKWA PWM Babel Ungkap Hikmah, Keringanan, dan Edukasi Ibadah Sejak Dini”

“Menguatkan Ibadah dengan Ilmu dan Membiasakan Puasa Sejak Dini”


Babelmendunia.com, Pangkalpinang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung kembali menghadirkan Kajian TAKWA Episode 02 melalui podcast kanal YouTube PWM Babel dengan tema “Fikih Puasa Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah”. Kajian ini disampaikan oleh Sekretaris PWM Babel, KH. Hasan Rumata.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa fikih puasa bersumber langsung dari Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183–185. Puasa diwajibkan sebagai jalan menuju ketakwaan, namun Islam juga memberikan kemudahan bagi umat dalam kondisi tertentu.

Islam Memberi Keringanan

Melalui ayat Al-Qur’an, dijelaskan bahwa:

  • Orang sakit atau dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

  • Bagi yang tidak mampu secara permanen, seperti lansia atau pekerja berat yang sangat membutuhkan tenaga fisik, Islam membuka pintu kemudahan dengan membayar fidyah (memberi makan orang miskin).

Hal ini menunjukkan bahwa fikih puasa tidak memberatkan, tetapi justru menghadirkan solusi dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa dalam Kondisi Darurat

Dalam kajian juga disampaikan bahwa dalam situasi musibah atau bencana, seseorang dapat tidak melanjutkan puasanya bila kondisi tidak memungkinkan.

Dicontohkan pula kisah sahabat Nabi yang datang kepada Rasulullah ﷺ karena melanggar puasa. Rasulullah memberikan solusi berupa memberi makan orang miskin dengan kurma sebagai bentuk kaffarah. Ini menunjukkan bahwa Islam selalu menghadirkan jalan keluar, bahkan dalam kondisi tekanan psikologis sekalipun.

Edukasi Puasa Sejak Dini

Ayahanda Hasan Rumata juga menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak berpuasa sejak kecil sebagai proses pendidikan iman. Melalui pendekatan edukatif, termasuk pemberian hadiah, anak-anak belajar mencintai ibadah hingga kelak menjadi kewajiban yang melekat dalam dirinya.

Hikmah Puasa

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk:

  • Kesabaran

  • Empati sosial

  • Disiplin diri

  • Ketakwaan kepada Allah SWT

Sebagaimana tujuan puasa dalam Al-Qur’an:

“Agar kamu bertakwa.”

Spirit Perjuangan

Kajian ditutup dengan mengutip semangat dari tokoh Muhammadiyah:

“Jangan jemu mendaki jika ingin sampai ke puncak. Semua butuh perjuangan.”

Puasa adalah bagian dari proses perjuangan spiritual menuju pribadi yang lebih baik dan bertakwa.

Kajian TAKWA PWM Babel terus hadir sebagai ruang pencerahan Islam yang relevan dengan kehidupan umat.

Exit mobile version