Indeks

Babel Youthpreneur 2025 : Enam Mahasiswa IAIN SAS Babel Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau Daerah

BabelMendunia.com, Bangka- 13/11/2025.
Enam mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti kegiatan Babel Youthpreneur and Green Economy Summit 2025 dengan tema “Membangun Ekosistem Entrepreneur Muda sebagai Penggerak Ekonomi Daerah.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai program pembinaan bagi calon entrepreneur muda yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis, 12–13 November 2025, bertempat di Hotel Cordela Pangkalpinang dan Aula Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung, termasuk perwakilan dari IAIN SAS Babel yaitu Sandri (BKPI), Jordi (BKPI), Miftahul Jannah (PI), Aulia Rohimah (BKPI), Novita Aprianti (BKPI), dan Sundari (Akuntansi Syariah). Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen kampus dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan yang kreatif, inovatif, serta berorientasi pada pembangunan ekonomi hijau (green economy).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibu Syukriah HG, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan. “Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk wirausahawan muda yang tidak hanya mampu berbisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.

Sesi pertama menghadirkan Junanto Kurniawan, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang sekaligus Ketua Pokja Teknis UMKM Perwakilan Kemenkeu Babel, yang membawakan materi “Sinergi Kemenkeu dalam Pemberdayaan UMKM.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan program sinergi lintas instansi dalam mendukung UMKM agar mampu menembus pasar nasional maupun ekspor, serta mendorong mahasiswa untuk ikut menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal.

Kemudian, Fahry Reza, S.E., M.Ak., Dekan Fakultas Bisnis Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, menyampaikan materi “Model Bisnis, Company Profile, dan Strategi Pengembangan UMKM.” Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami konsep bisnis yang terarah, mampu menyusun company profile yang profesional, dan mengenali strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dari Cento Sadewa, Creative Director MNJD Creative, yang memberikan materi “Product Catalog, Foto, dan Video Promosi.” Sesi ini berlangsung interaktif dan aplikatif. Peserta dibimbing untuk memahami dasar-dasar visual marketing dan bagaimana media digital dapat digunakan untuk memperluas jangkauan promosi produk UMKM.

Selanjutnya, Enti Hidayati, seorang konten kreator lokal Bangka Belitung, memberikan pelatihan bertema “Pengembangan Ide Bisnis dan Promosi Produk.” Dalam penyampaiannya, ia mendorong mahasiswa agar berani memulai usaha sejak dini dengan ide-ide kreatif yang berbasis pada potensi lokal, serta menanamkan pentingnya personal branding dan pengelolaan media sosial dalam pengembangan bisnis.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Aula Kanwil DJPb Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pemaparan materi dari perwakilan Bank BRI Cabang Pangkalpinang bertema “Peluang Pembiayaan KUR: Panduan Praktis bagi Mahasiswa dan UMKM.” Narasumber menjelaskan peluang pembiayaan usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung ide bisnis produktif, sekaligus memberikan panduan praktis agar peserta dapat memahami proses pengajuan dan pengelolaan dana usaha dengan baik.

Setelah sesi materi, panitia memberikan informasi mengenai rangkaian lomba kreativitas mahasiswa dalam program Babel Youthpreneur 2025, yang meliputi Lomba Pembuatan Company Profile dan Katalog Produk UMKM, Lomba Ide Pengembangan Bisnis Kreatif Mahasiswa, serta Lomba Video Promosi Produk Lokal “Bangga Produk Bangka.” Informasi ini disampaikan untuk memotivasi peserta agar mulai mempersiapkan gagasan dan karya terbaik mereka sebagai bentuk penerapan ilmu dari pelatihan yang telah diikuti.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia pelaksana. Dalam penutupan, panitia menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dan narasumber yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Melalui pelatihan Babel Youthpreneur and Green Economy Summit 2025, diharapkan para peserta dapat menumbuhkan semangat wirausaha muda yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu Sandri selaku salah satu peserta dalam wawancara nya menyampaikan ” Saya pribadi merasakan dorongan baru untuk lebih serius mengembangkan kapasitas diri dalam bidang kewirausahaan. Kegiatan ini juga membuka mata saya bahwa usaha yang baik bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, sehingga semakin banyak pemuda BABEL yang terdorong untuk inovatif, peduli, dan berdaya saing. Saya pulang dari forum ini dengan semangat baru yaitu menjadi pemuda yang bukan hanya bermimpi besar, tetapi juga siap bergerak untuk perubahan.”
Tutup nya.

Exit mobile version