BabelMendunia.com, Lubuk Besar, Bangka Tengah — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) yang terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan “Penguatan Karakter Sadar Hukum Siswa melalui Sosialisasi Senam Antikorupsi” di SD Negeri 1 Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran hukum kepada siswa sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Eka Wahyuningsih, dengan anggota tim Ravinda Aris Munandar, serta melibatkan mahasiswa KKN sebagai fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Program pengabdian ini bertujuan memperkuat karakter sadar hukum siswa melalui sosialisasi modul senam antikorupsi berbasis digital. Media tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan untuk membantu siswa mengenal nilai-nilai antikorupsi sejak dini melalui pendekatan pendidikan karakter.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian tidak hanya menyampaikan materi mengenai pengertian dan dampak korupsi, tetapi juga mengajak siswa terlibat dalam berbagai aktivitas edukatif. Nilai-nilai antikorupsi diperkenalkan melalui contoh perilaku sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta menghargai hak orang lain.
Penguatan nilai antikorupsi juga dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah, antara lain melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila, gerakan gemar menabung, kantin kejujuran, serta berbagai kegiatan lain yang mendorong pembentukan karakter positif siswa.
Ketua Tim Pengabdian, Eka Wahyuningsih, menyampaikan bahwa pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar karena pada fase tersebut peserta didik sedang membentuk kepribadian, kebiasaan, dan pola interaksi sosial.
“Pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun bangsa,” ungkap Eka.
Sementara itu, anggota Tim Pengabdian, Ravinda Aris Munandar, menjelaskan bahwa sosialisasi senam antikorupsi dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan secara aktif.
Kepala SD Negeri 1 Lubuk Besar, Eda Martini, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi antikorupsi dapat menambah wawasan siswa mengenai pentingnya membangun perilaku jujur dan bertanggung jawab sejak dini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya kejujuran dan bahaya perilaku koruptif. Nilai-nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa di sekolah,” ungkap Eda.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti gerakan senam, menyimak materi sosialisasi, serta menyampaikan pendapat mengenai perilaku jujur dan tidak jujur yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah siswa juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan pemahaman mereka mengenai pentingnya kejujuran, tanggung jawab, serta perilaku yang tidak merugikan orang lain.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa KKN untuk mengimplementasikan peran mereka sebagai bagian dari agen perubahan di masyarakat. Mahasiswa turut mendampingi setiap sesi kegiatan, memfasilitasi interaksi siswa, serta memberikan contoh perilaku positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim Pengabdian Unmuh Babel berharap penguatan karakter sadar hukum dapat menjadi langkah preventif dalam membentuk generasi yang menjunjung tinggi kejujuran, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
