BabelMendunia.com, Pangkalpinang – Dakwah Islam di era digital terus menemukan bentuk baru. Tidak lagi terbatas di mimbar masjid atau majelis taklim, kini syiar hadir dalam balutan konten kreatif yang dekat dengan generasi muda. Semangat inilah yang kembali digulirkan Tim HUMAS dan Podcast PWM Bangka Belitung (Babel) lewat program Kajian Islami & Podcast PWM Babel yang dipusatkan di lantai 2 Masjid Muhajirin, Pangkalpinang.
Tertunda, Bukan Berhenti
Program ini pertama kali lahir di bulan Ramadhan 2025. Suasananya masih teringat jelas: lantunan ayat suci, kajian penuh makna, hingga diskusi hangat yang sederhana namun membekas. Sambutan jamaah dan audiens digital kala itu sangat antusias.
Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Usai Ramadhan, berbagai kendala membuat program terhenti sementara. Meski begitu, api semangat tim tak pernah padam. Tekadnya satu: menghidupkan kembali kajian Islami dan podcast PWM Babel dengan konsep yang lebih segar dan berkualitas.
Konsep Baru, Lebih Matang
Kini, tim HUMAS dan Podcast PWM Babel tengah menata ulang format acara. Tidak sekadar menyajikan ceramah, tetapi menghadirkan tontonan yang informatif, inspiratif, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Materi yang akan diangkat mencakup pengajian PWM Babel, kajian tematik, hingga dialog interaktif dalam format podcast. Narasumbernya pun beragam, mulai dari tokoh Muhammadiyah, akademisi, praktisi, hingga figur publik yang punya kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin hadir dengan konsep yang lebih matang. Penonton tidak hanya mendengar, tapi juga merasa nyaman serta mendapatkan manfaat dari setiap tayangan,” ujar Aldy Kurniawan, Koordinator sekaligus PIC tim.
Digerakkan Tim Kreatif
Kesuksesan program ini tak lepas dari kerja tim di balik layar. Mulai dari operator, editor, hingga admin PWM Babel yang dipimpin Bung Andri, tim kreatif yang dikomandoi Nisa, serta media grafis yang diketuai Arnol. Mereka memastikan kualitas suara, visual, dan penyajian konten berjalan sesuai harapan.
Kombinasi kepemimpinan Aldy dan sentuhan teknis Bung Andri membuat tim ini optimis mampu menghadirkan program yang bukan sekadar mengulang, tapi benar-benar lebih baik dari sebelumnya.
Syiar Digital yang Relevan
PWM Babel menempatkan program ini sebagai bagian dari strategi dakwah modern. Di tengah derasnya arus hiburan digital, kehadiran konten Islami berkualitas menjadi kebutuhan mendesak.
“Mudah-mudahan program ini bisa menjadi syiar digital Muhammadiyah yang terdepan, dengan pendekatan berbeda. Dakwah tidak hanya hadir di masjid, tetapi juga bisa diakses masyarakat melalui gawai mereka,” ungkap tim.
Harapan yang Lebih Luas
PWM Babel berharap, Kajian Islami & Podcast ini dapat menjadi ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang inspirasi. Tidak hanya memperkuat iman, tapi juga memperluas wawasan tentang peran Islam dalam sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan.
Dengan kehadiran kembali program ini, Masjid Muhajirin bukan sekadar pusat ibadah, melainkan juga pusat syiar digital Muhammadiyah di Bangka Belitung.








