Subuh Keliling Pangkalpinang: Ukhuwah Terjalin, Kepedulian Tumbuh

Kehadiran tokoh masyarakat dan kajian Lazismu Babel menggaungkan semangat membantu Palestina.

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Pangkalpinang – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Muhajirin, Jalan Hasan Basri Sulaiman, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, pada Senin pagi (18/09). Kegiatan Subuh Keliling kembali digelar sebagai agenda rutin yang tidak hanya meneguhkan sholat berjamaah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Bang Rodi (Ketua LP UMKM), Bang Agustian (Pemuda Muhammadiyah), Ustadz Ilham Ramli (Ketua DPW Wahdah Islamiyah Babel), Bang Haji Yudhi (Wakil Ketua PDM Pangkalpinang, Juragan Ketam), Bang Kris (Owner Maxgym, Pro Inspector Independent & Pro Auto Service), Bang Indra (Bendahara Genpro Babel), serta jamaah Masjid Muhajirin.

Selepas sholat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bertema “Seputar Bantuan Lazismu untuk Palestina di Yordania” yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Imam Mujahid Rais, M.I.R, Ketua Lazismu Pusat. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan pentingnya solidaritas umat Islam untuk terus mengulurkan tangan membantu perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga  Tradisi Budaya Lokal Nganggung dan Kelestarian Wisata Sungai Bumang Di Desa Kemuja

Silaturahmi semakin bermakna dengan hadirnya tokoh Muhammadiyah Bangka Belitung, di antaranya Drs. H. Hasan Rumata (Sekretaris PWM Babel, Ketua DKM & Sekretaris Umum MUI Babel), Drs. H. Yunan Helmi, M.Si (Bendahara PWM Babel & Ketua Pembangunan Masjid Muhajirin), serta Ustadz Jauhar Ridloni Marzuq (DPS Lazismu Babel).

Kebersamaan semakin terasa ketika para tokoh, pengurus masjid, dan jamaah duduk berbaur, saling bertukar pandangan, dan memperkuat ukhuwah. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak umat Islam yang terdorong untuk memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, termasuk saudara-saudara di Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *