Semangat Guru Muhammadiyah Menggema di Penutupan Bimtek Dikdasmen PWM Babel

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Pangkalpinang — Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Majelis Dikdasmen dan PNF yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi ditutup pada Minggu pagi (19/10). Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu ini digelar di Hotel Swis-Bel Pangkalpinang dan diikuti oleh para guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Bangka Belitung.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan pembelajaran modern, mulai dari pengenalan koding, penerapan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah. Antusiasme peserta terlihat dari awal hingga akhir kegiatan.

Salah satu peserta dari Belitung Timur mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan ini. “Kami banyak mendapatkan ilmu baru, terutama dalam pembelajaran koding dan cara berpikir kreatif di era digital,” ujarnya. Peserta lain dari Sungailiat, Bangka, juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat memotivasi. “Selain menambah ilmu, kami juga mendapat banyak teman baru dari berbagai sekolah Muhammadiyah. Ini menjadi semangat baru untuk terus berkembang sebagai guru,” katanya.

Penutupan kegiatan diwarnai dengan sambutan penuh makna dari Sekretaris PWM Babel, Drs. KH. Hasan Rumata, yang menekankan pentingnya semangat bermuhammadiyah sebagai bentuk cinta terhadap negeri Serumpun Sebalai.

Baca Juga  Deklarasi ASKOPI: Wadah Baru untuk Koperasi Pertambangan Rakyat Indonesia, Siap Audensi dengan Menteri Pasca Lebaran

“Semua yang hadir hari ini bukan sekadar datang, tetapi menunjukkan bukti cinta terhadap pendidikan dan negeri ini. Guru adalah pilar utama mencerdaskan bangsa,” ujarnya dalam sambutan penutupan.

Dalam sambutannya, Hasan Rumata juga menyinggung sosok Edison Taher, salah satu tokoh pendidikan terlama di Bangka Belitung, sebagai contoh teladan semangat membangun dunia pendidikan. “Beliau adalah contoh nyata bagaimana seorang pendidik mengabdi dengan cinta dan semangat membangun negeri Serumpun Sebalai. Keteladanan seperti inilah yang perlu kita teladani,” ungkapnya.

Hasan Rumata juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter murid. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga sahabat dan teladan. “Terkadang guru kehilangan rasa percaya diri di depan murid. Ini harus kita ubah. Jadilah guru yang menjadi sahabat, sehingga murid tumbuh percaya dan yakin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberkahan dan rezeki bagi para guru akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka selama keikhlasan menjadi pondasi utama dalam mengajar. “Keikhlasanlah yang paling utama. Yakinlah Allah dan Rasul-Nya selalu ada dalam setiap langkah kita,” pesannya penuh haru.

Baca Juga  Lazismu Bangka Belitung Kirim Tiga Amil Ikuti Sekolah Amil Fundraising Nasional

Sebagai bentuk apresiasi, panitia akan memberikan penghargaan kepada guru terbaik dari berbagai aspek selama pelatihan. Hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di lingkungan sekolah. Kegiatan Bimtek ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam mencetak pendidik tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *