BabelMendunia.com, Jakarta, 6 Januari 2025 – Keputusan PSSI untuk memutus kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia menuai reaksi keras dari pencinta sepak bola Tanah Air. Gelombang kekecewaan membanjiri media sosial, dengan tagar #TerimaKasihSTY dan #SaveSTY menjadi trending topik. Banyak pihak menilai pemecatan ini sebagai langkah yang tergesa-gesa dan kurang menghargai kontribusi sang pelatih asal Korea Selatan.
Shin Tae-yong yang mulai menjabat pada 2019 telah membawa perubahan besar dalam pola permainan Timnas Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Timnas menunjukkan performa kompetitif, bahkan melaju ke final Piala AFF 2020, dan memperbaiki peringkat FIFA Indonesia secara signifikan. Namun, keputusan PSSI untuk mengganti pelatih tersebut diklaim sebagai bagian dari “penyegaran demi target yang lebih besar.”
Gelombang Kekecewaan
“Ini sakit banget buat kami, pencinta sepak bola Indonesia. Shin Tae-yong adalah pelatih yang mampu membawa mental juara bagi Timnas. Kenapa harus dipecat?” tulis seorang pengguna Twitter.
Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah mantan pemain Timnas yang secara terbuka menyayangkan keputusan ini. Menurut mereka, Shin Tae-yong telah berhasil membangun fondasi yang kuat, terutama untuk pemain muda.
“Shin Tae-yong bukan hanya pelatih, dia adalah mentor yang membangun masa depan sepak bola kita. Keputusan ini mengecewakan,” ujar salah satu mantan pemain senior Timnas.
PSSI Angkat Bicara
Dalam konferensi pers, Ketua Umum PSSI menyatakan bahwa pemecatan ini sudah melalui evaluasi panjang. “Kami sangat menghormati apa yang telah dicapai Shin Tae-yong. Namun, kami harus mengambil langkah yang lebih sesuai dengan target strategis menuju Piala Dunia 2026,” ujar ujar Erick Thohir
Namun, penjelasan tersebut tidak mampu meredam kemarahan publik. Banyak yang menganggap PSSI terlalu sering membuat keputusan tanpa mendengarkan suara masyarakat.
Terima Kasih Shin Tae-yong
Di tengah kekecewaan, banyak pihak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Shin Tae-yong atas dedikasinya selama ini. “Terima kasih, Coach. Anda telah mengajarkan kami arti perjuangan,” tulis salah satu unggahan di Instagram.
Dengan berakhirnya era Shin Tae-yong, publik kini menantikan arah baru yang akan diambil oleh PSSI, meski banyak yang pesimis perubahan ini akan membawa hasil lebih baik. Keputusan PSSI ini tak hanya menjadi pukulan bagi pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dalam membangun tim nasional yang kompetitif.