Pangkalpinang – Founder Babel Mendunia, Ahmad Rama Efrizal, memberikan apresiasi atas keberanian langkah yang diambil oleh Suwardian dalam mendorong koreksi terhadap proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Sebelumnya, berdasarkan pengumuman resmi DPRD Babel dengan nomor 100.1.3/1366/DPRD/2025, tercatat sebanyak 36 nama calon anggota KPID Babel periode 2025–2028 yang telah lolos seleksi administrasi dan uji kelayakan awal.
Namun, data tersebut merupakan hasil revisi dari pengumuman sebelumnya yang hanya mencantumkan 21 nama, sebelum akhirnya dikembalikan oleh DPRD Babel kepada panitia seleksi untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan daftar calon.
Langkah korektif tersebut dinilai positif oleh banyak pihak, termasuk kalangan aktivis muda di Bangka Belitung. Rama menilai, dorongan dari tokoh muda seperti Suwardian mencerminkan semangat baru dalam mengawal proses publik agar lebih transparan dan akuntabel.
“Suwardian berani bersuara di saat banyak orang memilih diam. Keberanian seperti ini yang patut diapresiasi karena menjadi alarm moral bagi lembaga publik agar menjaga integritas proses seleksi. Ini bukan soal siapa yang terpilih, tapi bagaimana prosesnya harus adil, terbuka, dan dipercaya masyarakat,” ujar Rama di Pangkalpinang, Sabtu (8/11/2025).
Lebih lanjut, Rama menegaskan bahwa Babel Mendunia mendukung penuh upaya koreksi yang dilakukan DPRD Babel bersama elemen masyarakat.
“Kita semua ingin KPID Babel diisi oleh orang-orang yang kompeten, independen, dan berintegritas. Dengan keterbukaan ini, publik bisa menilai bahwa Babel punya semangat memperbaiki diri,” tambahnya.
Dalam daftar hasil koreksi yang dipublikasikan DPRD Babel, jumlah calon meningkat menjadi 36 orang, dengan tambahan beberapa nama yang sebelumnya belum tercantum. DPRD Babel juga membuka uji publik agar masyarakat bisa memberikan masukan berupa dukungan, keberatan, maupun penilaian terhadap calon komisioner yang ada.
Langkah ini dinilai sebagai praktik demokrasi yang sehat dan sejalan dengan semangat transparansi publik di daerah. Rama pun menegaskan akan terus mengawal proses ini bersama jaringan muda Babel Mendunia hingga penetapan akhir dilakukan.
“Babel Mendunia akan terus berdiri bersama pejuang transparansi. Kami percaya, perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kecil untuk bicara benar,” tutupnya.


