PWA Aisyiyah Babel Hidupkan Semangat Sehat, Literasi, dan Budaya Lewat Senam & Peresmian Taman Pustaka MARDDHIYAH

Perpaduan olahraga dan literasi, PWA Aisyiyah Bangka Belitung dorong gaya hidup sehat sekaligus tumbuhkan budaya membaca di masyarakat.

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Sungailiat, 20 September 2025 – Kegiatan hari kedua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bangka Belitung di Kabupaten Bangka berlangsung penuh semangat, sehat, dan sarat makna. Acara dipusatkan di TK ABA Jalan Rambutan Sungailiat, di mana ratusan peserta yang terdiri dari guru-guru TK hingga jajaran pengurus PDA Bangka turut serta dalam rangkaian kegiatan yang menggabungkan olahraga, literasi, dan pelestarian budaya.

Senam Sehat dan Peresmian Taman Pustaka

Acara diawali dengan senam sehat bersama yang dipimpin langsung instruktur PDA Kabupaten Bangka. Suasana pagi itu terasa begitu meriah ketika para bunda Aisyiyah dan guru-guru bergerak penuh energi, menunjukkan semangat hidup sehat yang ingin ditularkan kepada anak-anak didik dan masyarakat luas.

Momen ini semakin istimewa dengan dilakukannya peresmian Taman Pustaka MARDDHIYAH di TK ABA. Kehadiran pustaka ini diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak untuk lebih dekat dengan buku, mencintai bacaan, dan memperluas wawasan sejak usia dini.

Kebersamaan dengan Anak-Anak TK

Tidak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan nuansa penuh keceriaan ketika pengurus PWA, PDA, serta perwakilan PP Aisyiyah ikut menemani anak-anak TK bermain berbagai permainan tradisional. Tawa riang anak-anak berpadu dengan canda para bunda Aisyiyah, menghadirkan suasana yang seolah membawa semua kembali ke masa kecil.

“Bahagianya luar biasa, bisa bercanda dan tertawa bersama anak-anak. Ini mengingatkan kita akan masa kecil yang penuh kebersamaan dan sederhana,” ujar salah satu pengurus PWA dengan wajah ceria.

Baca Juga  Menambang Bijak, Hidup Selaras: Mencari Titik Tengah dalam Pemanfaatan Timah

Sambutan dan Harapan Para Tokoh

Dalam sambutannya, Ketua PDA Bangka Hj. Rukanah, S.Pd., S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini, terutama dengan launching Taman Pustaka MARDDHIYAH.
“Peresmian taman pustaka ini adalah salah satu harapan besar kami. Anak-anak perlu didorong agar rajin membaca, memperluas wawasan, dan memiliki kebiasaan baik yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LSBO PP Aisyiyah, Ibu Widyastuti, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sangat spesial karena memadukan tiga hal penting: olahraga, literasi, dan budaya.
“Aisyiyah tidak hanya fokus pada kesehatan jasmani lewat senam, tetapi juga berkomitmen melestarikan permainan tradisional dan budaya bercerita. Anak-anak harus kembali mengenal permainan tradisional, mendengar dongeng, dan belajar dari cerita-cerita yang kaya nilai moral. Inilah cara kita mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkarakter,” jelasnya penuh harap.

Dukungan Pemerintah Daerah

PJ Bupati Bangka yang diwakili oleh Bapak Boyandra memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Aisyiyah ini.
“Kita harus peduli dengan budaya membaca. Orang tua wajib mengajak anak-anak ke pustaka, agar mereka tidak hanya terpaku pada gadget, tetapi juga mendapatkan inovasi dan ilmu dari buku. Dengan adanya taman pustaka ini, semoga anak-anak kita semakin berkembang dan menjadi generasi berkualitas untuk masa depan,” ujarnya dalam sambutan.

Peran Muhammadiyah dalam Literasi

Baca Juga  Andrian Febriansyah Angkat Bicara: Pulau Seliu Bukan untuk Dijual

Dukungan juga datang dari Muhammadiyah. Wakil Sekretaris PWM Babel, Gatot, yang hadir mewakili Ketua PWM, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi pustaka.
“Kita wajib mengembangkan pustaka ini agar tetap hidup, terutama di lingkungan anak-anak. Dengan begitu, mereka memiliki bekal pengetahuan luas yang akan mendukung perjalanan mereka menuju masa depan yang gemilang,” katanya.

Menyatukan Sehat, Cerdas, dan Berbudaya

Kegiatan hari kedua PWA Aisyiyah Babel di Sungailiat ini menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah organisasi perempuan mampu menghadirkan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dari olahraga yang menyehatkan tubuh, literasi yang mencerahkan pikiran, hingga pelestarian budaya yang memperkuat jati diri bangsa.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, religius, serta berakar kuat pada budaya dan tradisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *