BabelMendunia.com, Dusun Nyikep, Desa Penyampak Kec. Tempilang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan bertajuk “Penguatan Karakter Anti-Perundungan Melalui Model Bimbingan Interpersonal Bagi Siswa Sekolah Dasar Berbasis KKN”. Kegiatan ini diketuai oleh Hevitria dengan anggota tim Azka ‘Afifah bersama mahasiswa KKN sebagai fasilitator dalam pelaksanaan program di sekolah dasar.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter anti-perundungan (anti-bullying) kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan Model Bimbingan Interpersonal, yaitu model pembelajaran yang menekankan kemampuan berkomunikasi, empati, kerja sama, saling menghargai, dan penyelesaian konflik secara positif.
Ketua Tim Pengabdian, Hevitria, menyampaikan bahwa pendidikan karakter perlu diberikan sejak usia sekolah dasar karena pada fase ini peserta didik sedang membentuk kepribadian dan kebiasaan sosial.
“Kasus perundungan masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, melalui model bimbingan interpersonal, kami ingin menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan kemampuan siswa dalam membangun hubungan sosial yang sehat sehingga budaya saling menghargai dapat berkembang sejak dini,” ungkap Hevitria.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Azka ‘Afifah, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dikemas secara menyenangkan sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak siswa belajar melalui permainan, diskusi, dan simulasi sehingga mereka tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan perilaku anti-perundungan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” jelas Azka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta berani menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka berinteraksi dengan teman-teman di sekolah. Pada sesi simulasi, beberapa siswa juga diberikan kesempatan mempraktikkan cara berkomunikasi yang santun dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Selain melibatkan siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa KKN dalam mengimplementasikan peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Mahasiswa mendampingi setiap sesi kegiatan, memfasilitasi diskusi kelompok, serta memberikan contoh perilaku positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Melalui program pengabdian ini diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih inklusif, aman, dan ramah anak. Penguatan karakter anti-perundungan menjadi langkah preventif untuk menekan munculnya perilaku bullying sekaligus membentuk generasi yang memiliki empati, kepedulian sosial, dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal yang baik.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif berpartisipasi, serta foto bersama antara tim pengabdian, mahasiswa KKN, guru, dan seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan.
