Mahasiswa Unmuh Babel Edukasi Siswa SMKN 1 Selat Nasik tentang Konservasi Perairan

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Belitung- Guna menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, mahasiswa Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) menggelar kegiatan edukasi konservasi perairan pada Rabu (19/8). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Perairan, Desa Selat Nasik, Kabupaten Belitung, dengan fokus pada penyelamatan ekosistem pesisir dan pengelolaan sampah laut.

Pesisir Pulau Bangka dan Belitung memiliki kekayaan laut yang luar biasa, namun menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang nyata. Menyadari hal tersebut, para mahasiswa KSDA Unmuh Babel turun langsung memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem mangrove dan melakukan rehabilitasi terumbu karang yang mulai rusak.

Fikri, salah satu mahasiswa KSDA Unmuh Babel yang bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa aksi nyata harus segera dimulai dari lini pemuda lokal.

“Laut adalah urat nadi kehidupan di Pulau Bangka dan Belitung, khususnya bagi masyarakat Selat Nasik. Kerusakan terumbu karang dan penumpukan sampah plastik bukan lagi ancaman masa depan, melainkan masalah nyata yang sedang kita hadapi hari ini. Melalui edukasi ini, kami ingin memantik kesadaran adik-adik SMK agar tidak hanya paham teori, tetapi bergerak bersama melakukan rehabilitasi mangrove dan menjaga laut dari kepungan sampah,” ujar Fikri di hadapan para peserta.

Baca Juga  "Remaja 14 Tahun Pembunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Dikenal Pendiam dan Sopan".

Selain ekosistem laut, problem persampahan yang kerap mencemari wilayah pesisir memang menjadi sorotan utama dalam edukasi ini. Para siswa diajak untuk memahami dampak buruk sampah plastik bagi biota laut serta diajarkan cara memilah dan mengurangi produksi sampah harian di lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka.

Sebagai calon tenaga kerja di sektor perairan dan kelautan, generasi muda khususnya siswa SMK di kepulauan ini memegang peran krusial. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif memelopori aksi bersih pantai dan restorasi lingkungan di daerahnya.

Pihak sekolah menyambut sangat baik inisiatif dan kepedulian yang dibawa oleh para mahasiswa. Kepala SMKN 1 Perairan, Bapak Tedi Hadiyana, menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya terhadap program edukasi lingkungan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KSDA Unmuh Babel yang telah berbagi ilmu berharga di sekolah kami. Sebagai SMK yang berfokus pada bidang perairan, pemahaman mendalam tentang mangrove, terumbu karang, dan manajemen sampah ini sangat sejalan dengan visi kami. Saya berharap materi yang disampaikan Fikri dan rekan-rekan mahasiswa dapat langsung dipraktikkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kelestarian laut Belitung,” tutur Bapak Tedi Hadiyana.

Baca Juga  Safari Ramadhan PWM Bangka Belitung: Menguatkan Silaturahmi dan Menebar Kepedulian

Edukasi kolaboratif ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Selat Nasik yang mandiri, berwawasan lingkungan, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian laut demi masa depan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *