BabelMendunia.com, Pangkalpinang- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran pemilih melalui program “Gi Natak”, yang dilaksanakan pada masa non-tahapan pemilu. Program ini terinspirasi dari keberhasilan “Natak Seperadik” pada Pemilihan Serentak 2024 dan Pemilihan Ulang 2025.
Program tersebut sebelumnya menjadi unggulan karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung melalui pendekatan door to door, tanpa sekat formalitas. Melalui cara ini, warga dapat menerima informasi dan edukasi kepemiluan secara lebih santai, terbuka, dan komunikatif.
Selaras dengan semangat tersebut, Gi Natak tetap mengusung konsep “NATAK”, namun dengan cakupan yang lebih luas. KPU Kota Pangkalpinang kini tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga sekolah, kampus, dan komunitas.
Pada Kamis (9/4/2026), KPU Kota Pangkalpinang melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih bagi siswa kelas XI dan XII di SMK Negeri 3 Pangkalpinang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengenalan awal sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemilu.
“Kami hadir untuk memberikan edukasi dan mengenalkan kelembagaan KPU, pemilu, syarat partisipasi, tata cara pencoblosan, hingga pengenalan TPS dan logistiknya. Yang terpenting adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu,” ujar Margarita, selaku Kadiv Sosdiklih dan SDM KPU Kota Pangkalpinang.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Tri Pertiwi dan Muhamad sebagai pengampu Divisi Teknis Penyelenggara serta Divisi Data dan Informasi. Suasana kegiatan dirancang senyaman mungkin agar siswa tidak merasa bosan. Selain metode ceramah, disisipkan pula ice breaking yang membuat suasana menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Tak hanya itu, siswa juga diajak melakukan pengecekan DPT secara daring serta mengikuti simulasi langsung proses pemungutan suara layaknya di TPS. Mereka menerima formulir C.Undangan sesuai nama masing-masing, kemudian mengikuti alur pemungutan suara mulai dari masuk ke bilik, mencoblos, memasukkan surat suara ke kotak sesuai warna, hingga mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah memilih.
Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Acara ditutup dengan pembagian giveaway serta sesi foto bersama.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepemiluan kepada pemilih pemula. Diharapkan, pada Pemilu 2029 mendatang, mereka tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan—bukan sekadar menghindari golput, melainkan mampu berpartisipasi secara sadar dan berkualitas.


