BabelMendunia.com, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bahan yang cukup diperbincangkan oleh masyarakat, karena dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah, tetapi sering menimbulkan pro dan kontra dari berbagai sudut pandang. Belakangan ini di Bangka Belitung, terkhususnya di kota Pangkalpinang, menurut berita yang beredar, program ini tiba-tiba disorot sebagai salah satu penyebab kenaikan harga ayam potong yang menyentuh harga Rp45.000/kg. Ya, kalian tidak salah dengar, harga yang membuat jiwa ibu-ibu rumah tangga bergetar, saya juga shock mendengarnya. Wajar saja muncul pertanyaan dari masyarakat, “Apakah MBG benar-benar berpengaruh pada kenaikan harga ayam? atau justru ada faktor lain yang turut berperan?”.
Mari kita lihat dari berbagai aspek. Memang, program MBG membuat kebutuhan ayam meningkat karena suplai untuk menu sehat di sekolah harus berjalan setiap hari. Ketika kebutuhan masyarakat meningkat, pasar harus memutar otak dengan menaikkan harga. Bukan programnya yang salah, tetapi sistemnya yang belum siap menghadapi lonjakan.
Namun di luar itu, ada juga momen akhir tahun menjelang natal dan tahun baru yang biasanya identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat dan keluarga. Kemudian, harga pakan ayam juga mengalami kenaikan. Saat modal naik, peternak terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak rugi. Jadi, menurut saya sangat tidak adil jika seluruh sorotan diarahkan ke MBG saja, kita harus melihat dari berbagai aspek yang ada. Berdasarkan dari beberapa media yang saya baca, pemerintah Indonesia juga akan membangun peternakan unggas terpadu skala nasional yang ditargetkan mulai 2026 untuk mendukung ketersediaan pasokan ayam pada program MBG ini.
Pemerintah Indonesia memegang peranan yang sangat penting, mereka yang mencetuskan program ini, maka mereka pula yang harus mengatasi persoalan seperti ini agar tidak terjadi lagi kedepannya. Ini bukan sekadar soal ekonomi saja, tapi tanggung jawab negara untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, sesuai prinsip penyelenggaraan kesejahteraan umum dalam UUD 1945.
Oleh karena itu, program MBG tidak salah, justru sangat baik untuk generasi muda, namun perlu dibarengi dengan penguatan sektor pangan. Jadi, lewat tulisan ini, saya sangat berharap agar pemerintah dapat melanjutkan kerja samanya untuk membangun peternakan unggas terpadu, serta melakukan pengawasan harga. Jika rantai pasokan lebih tertata dan produksi meningkat, harga bisa lebih terkendali dan masyarakat tidak akan khawatir.












