Kajian Rutin #15 | Nasihat Kehidupan dari Pengalaman Iman

Keimanan sebagai Ciri Muslim Berkemajuan

Avatar photo
banner 120x600

PANGKALPINANG — Keimanan bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan sikap hidup yang tercermin dalam amal, akhlak, dan keteguhan menjalani ajaran Rasulullah ﷺ. Inilah pesan utama yang disampaikan oleh Drs. KH. Syamlawi Ahmad, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung, dalam Kajian Rutin #15 PWM Babel yang digelar pada malam Jumat.

Dengan tema “Nasihat Kehidupan dari Pengalaman Iman”, kajian ini mengajak jamaah untuk merenungi bahwa iman adalah fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Iman yang benar akan melahirkan ketenangan jiwa, kekuatan menghadapi ujian, serta keistiqamahan dalam beramal sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dalam pemaparannya, KH. Syamlawi Ahmad menegaskan bahwa iman menurut ajaran Rasulullah ﷺ bukan hanya diyakini dalam hati, tetapi juga diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Iman itu terdiri dari lebih dari enam puluh cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan La ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”
(HR. Muslim)

Hadis ini, menurut beliau, menegaskan bahwa iman harus hadir dalam kehidupan nyata, termasuk dalam sikap sosial, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai hamba Allah dan anggota masyarakat.

Baca Juga  PDM Muhammadiyah Pangkalpinang Matangkan Program Safari Ramadan dan Pengajian, Fokuskan Dakwah dan Layanan Sosial

Lebih lanjut, beliau mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah kuat imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”
(QS. Al-Anfal: 2)

Ayat ini menjadi penegasan bahwa iman yang hidup akan terus bertambah melalui dzikir, tadabbur Al-Qur’an, serta ketaatan kepada Allah SWT. Iman yang demikianlah yang menjadi ciri utama Islam berkemajuan sebagaimana digerakkan oleh Muhammadiyah.

Dalam konteks Muhammadiyah, KH. Syamlawi Ahmad menekankan bahwa keimanan harus mendorong umat untuk berpikir jernih, beramal nyata, dan membawa manfaat bagi sesama. Iman tidak boleh menjauhkan seseorang dari kehidupan, tetapi justru membimbing agar hidup lebih tertib, adil, dan berakhlak mulia. Inilah ciri dakwah Muhammadiyah yang meneladani Rasulullah ﷺ — dakwah yang mencerahkan, membangun, dan membebaskan umat dari kebodohan serta kemalasan spiritual.

Beliau juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup yang panjang, penuh ujian dan pengalaman, sejatinya adalah sarana Allah untuk mendewasakan iman. Usia yang bertambah hendaknya diiringi dengan bertambahnya kebijaksanaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap umat. Sebab, iman yang matang akan tercermin dari sikap yang menenangkan, bukan menghakimi; mengajak, bukan mencela.

Baca Juga  LAZNAS Syarikat Islam terima SK dari Kementerian Agama

Kajian yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga iman melalui ibadah yang benar, akhlak yang mulia, serta amal saleh yang konsisten. Karena sejatinya, iman adalah cahaya yang menuntun langkah seorang Muslim hingga akhir hayat.

Melalui kajian rutin malam Jumat ini di Youtube PWM BABEL, PW Muhammadiyah Bangka Belitung kembali meneguhkan perannya sebagai penggerak dakwah yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus relevan dengan tantangan kehidupan umat masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *