Indeks

Jelang Pelantikan, PW PII Bangka Belitung Dorong Gagasan Energi Kolektif untuk Pembangunan Progresif

Tema Pelantikan dan Simposiun PW PII Babel - Pangkalpinang, Bangka Belitung

Pangkalpinang, Babelmendunia.com — Menjelang pelantikan kepengurusan baru, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Bangka Belitung mengangkat tema Energi Kolektif untuk Bangka Belitung Progresif sebagai respons atas tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, khususnya terkait isu energi, lingkungan, dan kualitas sumber daya manusia. Tema ini menegaskan posisi pelajar sebagai aktor strategis dalam mendorong perubahan paradigma pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

PW PII Bangka Belitung menilai bahwa Bangka Belitung tengah berada pada fase krusial. Ketergantungan jangka panjang pada sektor ekstraktif telah memberi kontribusi ekonomi, namun juga meninggalkan persoalan serius berupa kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, dan kerentanan masa depan. Dalam konteks ini, peran generasi muda, terutama pelajar, dipandang penting untuk menghadirkan perspektif baru yang lebih progresif dan berorientasi jangka panjang.

Ketua Umum PW PII Bangka Belitung, Garin Sadewa, menegaskan bahwa isu energi harus dipahami secara komprehensif dan tidak boleh dilepaskan dari dimensi keadilan antargenerasi.

“Isu energi di Bangka Belitung tidak bisa dipersempit pada persoalan pasokan atau eksploitasi sumber daya alam semata. Ini adalah persoalan tata kelola, keberlanjutan, dan tanggung jawab kita terhadap generasi mendatang,” ujar Garin.

Menurutnya, selama ini pembangunan di Bangka Belitung masih terlalu bertumpu pada logika jangka pendek, tanpa diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan lingkungan yang memadai.

“Ketergantungan pada energi dan ekonomi ekstraktif telah meninggalkan jejak ekologis dan sosial yang tidak kecil. Karena itu, gagasan energi kolektif kami dorong sebagai upaya menggeser arah pembangunan, dari eksploitasi menuju kolaborasi, dari kepentingan sesaat menuju keberlanjutan,” lanjutnya.

PW PII Bangka Belitung memandang energi kolektif sebagai kekuatan sosial yang lahir dari kesadaran bersama, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif pelajar dalam isu-isu publik. Dalam perspektif organisasi pelajar, pendidikan tidak hanya bertujuan melahirkan individu berprestasi secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki sensitivitas sosial dan keberanian untuk terlibat dalam perubahan.

“Pelajar tidak boleh ditempatkan hanya sebagai objek pembangunan. Energi kolektif adalah kesadaran bahwa pelajar harus hadir sebagai subjek perubahan, mendorong transisi energi yang lebih ramah lingkungan, memperkuat literasi publik, dan terlibat aktif dalam pembangunan daerah,” kata Garin.

Menjelang pelantikan, PW PII Bangka Belitung menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan konsolidasi arah gerakan pelajar yang lebih terstruktur dan berdampak. Organisasi ini berkomitmen menjadikan isu energi, lingkungan, dan kualitas pendidikan sebagai agenda strategis yang dikawal secara berkelanjutan.

“Pelantikan adalah titik awal, bukan tujuan akhir. Kami ingin memastikan bahwa energi kolektif pelajar Bangka Belitung mampu melahirkan kepemimpinan masa depan yang berintegritas, progresif, dan berpihak pada keberlanjutan daerah,” tegasnya.

PW PII Bangka Belitung berharap gagasan Energi Kolektif untuk Bangka Belitung Progresif dapat memperluas ruang dialog publik, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional. Dengan melibatkan pelajar sebagai aktor kunci, PII mendorong lahirnya pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan sosial, kelestarian lingkungan, dan kualitas manusia sebagai fondasi utama.

Exit mobile version