Indeks

Hijrah Hati & Perilaku: Jalan Menuju Hati yang Bersih dan Hidup yang Terarah

BabelMendunia.com, Pangkalpinang — Dalam suasana malam penuh keberkahan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar Kajian Rutin ke-3 pada Kamis malam (9/10). Kajian ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PWM BABEL dan menghadirkan sosok Wakil Ketua PWM sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri, sebagai narasumber utama.

Mengangkat tema “Hijrah Hati & Hijrah Perilaku”, kajian ini dipandu oleh Ketua PIC TKM sekaligus Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Babel, Aldy Kurniawan, S.H., M.H., yang membawa suasana dialog menjadi hangat dan hidup.

Hijrah: Dimulai dari Dalam Diri

Dalam paparannya, Ust. Fadillah menyampaikan bahwa semua bentuk perubahan hidup sejatinya bermula dari hati. Ia menegaskan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati.”

“Hati adalah raja dalam diri. Kalau rajanya baik, maka seluruh prajuritnya ikut baik. Tapi kalau hatinya rusak, maka seluruhnya akan rusak,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Hati dan Perilaku Tidak Terpisahkan

Beliau juga mengingatkan bahwa hati dan perilaku tidak dapat dipisahkan. Perilaku seseorang mencerminkan keadaan hatinya. Karena itu, hijrah sejati bukan hanya perubahan tampilan luar, melainkan perubahan dari dalam—dari hati yang kotor menjadi hati yang bersih.

“Hijrah hati itu berat, karena ia menyentuh ruang terdalam dari manusia. Tapi kalau hati sudah berhijrah, maka perilaku akan ikut berubah,” tuturnya.

Musik, Kehidupan Modern, dan Sikap Bijak

Ust. Fadillah juga menyinggung fenomena hijrah di tengah kehidupan modern. Salah satunya adalah soal musik. Muhammadiyah tidak serta merta melarang musik, namun mengajak umat untuk bijak dalam memilah.

“Musik yang mengajak kepada keburukan tentu harus ditinggalkan. Tapi musik yang mendekatkan pada kebaikan, yang menenangkan hati dan mengingatkan pada Allah, itu tidak apa-apa. Semua kembali ke niat dan isi hati,” jelasnya.

Hijrah: Keniscayaan dalam Kehidupan Muslim

Dalam Islam, hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah, tapi keniscayaan bagi setiap Muslim. Bila pada masa Rasulullah hijrah dimaknai sebagai perpindahan untuk menjaga akidah, maka hari ini hijrah berarti meninggalkan semua larangan Allah dan mendekatkan diri kepada kebaikan.

“Hijrah itu membersihkan hati kita. Buang semua yang kotor, kosongkan, lalu isi dengan kebaikan. Saat itulah kita akan merasakan nikmat luar biasa dalam hidup,” pesan Ust. Fadillah.

Dakwah Mencerahkan, Sesuai Zaman

Melalui kajian ini, PWM Babel kembali menegaskan komitmennya untuk terus menebar dakwah pencerahan. Muhammadiyah hadir bukan hanya dengan satu jalur, tetapi mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang murni.

Kajian ini bukan sekadar ceramah, tapi menjadi ruang refleksi bahwa hijrah adalah proses hidup setiap Muslim—dimulai dari hati, diwujudkan dalam perilaku, dan berbuah keberkahan.

Tayangan ulang dapat disaksikan melalui kanal resmi YouTube — PWM BABEL.

Exit mobile version