Dari Halaman Jadi Obat: TOGA sebagai Simbol Kesehatan dan Kearifan Lokal”

Oleh: Kelompok KKN MAs 61, Kampung Harapan, Kec. Sungai Apit, Kab. Siak. (Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah PringSewu Lampung, Universitas Muhammadiyah Makasar)

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, SIAK- Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang digagas oleh kelompok KKN MAS 61 di Desa Harapan, Kecamatan Sungai Apit, bukan hanya sekadar program kerja mahasiswa, tetapi sebuah langkah nyata menghadirkan kemandirian kesehatan di tengah masyarakat. Di era modern seperti sekarang, ketika masyarakat semakin bergantung pada obat-obatan kimia, kehadiran TOGA menjadi oase yang mengingatkan kita akan kearifan lokal yang sarat manfaat.

Mahasiswa KKN MAS 61 tidak sekadar menanam, mereka membawa gagasan besar: menghidupkan kembali budaya memanfaatkan alam sebagai sumber kesehatan. Jahe, kunyit, serai, hingga daun sirih yang ditanam bukan hanya hijau penyejuk halaman, tetapi juga tabungan kesehatan keluarga. Dengan adanya TOGA, masyarakat memiliki alternatif pengobatan yang murah, mudah, dan alami, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan desa dari berbagai penyakit ringan.

Baca Juga  TEKNOLOGI BUKAN ANCAMAN, TAPI KESEMPATAN UNTUK BERBISNIS

Program ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membumi. Mereka tidak hadir dengan solusi instan, melainkan dengan pemberdayaan berkelanjutan yang bisa diteruskan oleh warga. TOGA bukan hanya tanaman, melainkan simbol kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap kualitas hidup.

Desa Harapan kini memiliki nilai tambah: halaman rumah yang hijau, lingkungan yang asri, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Apa yang dilakukan KKN MAS 61 memberi pesan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan dan kearifan lokal yang lestari.

Pembuatan TOGA ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa. Jika setiap rumah mampu menanam dan merawat tanaman obat sendiri, maka kemandirian kesehatan masyarakat akan semakin kuat. Lebih dari itu, TOGA bisa berkembang menjadi potensi ekonomi melalui pengolahan hasil tanaman menjadi produk herbal yang bernilai jual. Dengan demikian, inisiatif kecil dari mahasiswa KKN MAS 61 di Desa Harapan dapat membuka jalan menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *