BabelMendunia.com, BANGKA BELITUNG — Kepedulian terhadap keselamatan pendaki mendorong Lakenu, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bangka Belitung (UBB), melakukan pemetaan jalur pendakian di sejumlah kawasan perbukitan dan gunung di Bangka Belitung menggunakan teknologi GPS tracking.
Pemetaan tersebut dilakukan sebagai upaya menyediakan informasi rute yang dapat membantu masyarakat, khususnya pendaki pemula, mengenali jalur yang akan dilalui sekaligus mengurangi risiko tersesat saat melakukan aktivitas di alam.
Lakenu telah melakukan pemetaan di sejumlah kawasan pendakian, di antaranya Gunung Maras, Gunung Mangkol, dan yang terbaru Gunung Pading di Desa Perlang. Pemetaan dilakukan dengan merekam jalur yang dilalui secara langsung menggunakan GPS tracking sehingga menghasilkan data mengenai rute aktual di lapangan.
Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian Lakenu terhadap keselamatan pendaki setelah adanya sejumlah kasus pendaki yang tersesat di kawasan wisata alam Bangka Belitung. Kondisi medan yang memiliki banyak percabangan jalur, ditambah vegetasi yang cukup rapat dan minimnya informasi mengenai rute, dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pendaki yang belum mengenal kawasan tersebut.
Dalam proses pemetaan, Lakenu mengikuti jalur pendakian yang umum digunakan untuk memperoleh data rute secara langsung. Data hasil tracking selanjutnya diolah menjadi peta digital yang dapat diakses melalui perangkat mobile.
Peta tersebut dapat dimanfaatkan sebagai referensi tambahan bagi pendaki untuk memahami jalur sebelum maupun selama melakukan pendakian. Informasi mengenai rute diharapkan dapat membantu pendaki melakukan persiapan perjalanan dengan lebih matang, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mendaki di kawasan tersebut.
Menariknya, hasil pemetaan tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Peta jalur pendakian dapat diakses melalui tautan Google Drive yang tersedia pada bio akun Instagram pribadi Lakenu, @Kenu_Hidayatullah.
Bagi Lakenu, kegiatan pemetaan jalur pendakian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dalam menggunakan GPS dan mengolah data spasial. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemetaan jalur pendakian diharapkan dapat terus dikembangkan dengan memperbarui data rute serta menambahkan informasi mengenai kondisi kawasan dan karakteristik medan. Dengan tersedianya informasi yang lebih mudah diakses, pendaki diharapkan dapat melakukan persiapan secara lebih matang serta menikmati keindahan alam Bangka Belitung dengan tetap mengutamakan keselamatan.












