Baitul Arqom Gelombang III: Menjadi Kader yang Hidup untuk Memberi Manfaat

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Pangkalpinang — Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Baitul Arqom Mahasiswa Gelombang III yang digelar Sabtu siang di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi dari rangkaian pembinaan kader tahun ini, menghadirkan langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung, Drs. KH. Sahirman Djumli, M.Si, sebagai pemateri dengan tema “Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah.”

Sebanyak 200 mahasiswa turut serta dalam gelombang akhir ini, menyimak dengan penuh perhatian setiap pesan dan nasihat yang disampaikan. KH. Sahirman membuka materinya dengan menggugah semangat para peserta agar mampu meneladani nilai perjuangan para tokoh Muhammadiyah yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat.

“Kita harus menjadi kader yang hidupnya memberi manfaat. Karena tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah,” tutur beliau, mengingatkan bahwa seorang kader sejati bukan hanya penerima, tetapi juga pemberi kebaikan.

Baca Juga  Masjid Bukan Tempat Tua, Tapi Tempat Tumbuh

 

Beliau menegaskan bahwa perjuangan di Muhammadiyah tidak selalu diukur dari jabatan atau pangkat, melainkan dari keikhlasan dalam beramal dan kesediaan untuk menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, serta keahlian bagi kemaslahatan umat.

“Siapa pun yang bersedia memberikan waktunya untuk Muhammadiyah, sesungguhnya telah menjadi bagian dari perjuangan yang tak ternilai,” lanjutnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, KH. Sahirman juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada bidang akademik, tetapi juga aktif berorganisasi, baik di lingkungan kampus maupun di organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom). Melalui organisasi, kader akan belajar arti kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam bingkai nilai Islam berkemajuan.

Baitul Arqom gelombang akhir ini menjadi peneguh semangat dan identitas kader muda Muhammadiyah, yang siap melanjutkan estafet perjuangan dengan jiwa ikhlas, berilmu, dan berpengabdian.

Baca Juga  Penyelesaian Permasalahan terhadap Tambang Timah di Bangka Belitung dengan Mengurangi Pertambangan Timah Ilegal

“Hidup ini akan bernilai bila kita mengisinya dengan amal. Jadilah kader yang memberi, bukan yang menunggu. Karena dari situlah keberkahan lahir,” pesan KH. Sahirman menutup sesi dengan penuh harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *