Aisyiyah Tunjukkan Kekuatan Gerakan Perempuan di Bangka Tengah

Menguatkan Peran Sosial, Pendidikan, dan Dakwah Perempuan untuk Kemajuan Umat

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Bangka Tengah, 21 September 2025 — Hari ketiga perjalanan rombongan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Bangka Belitung, dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) terasa istimewa. Agenda tidak hanya berisi konsolidasi organisasi, tetapi juga sarat dengan silaturahmi, sejarah, hingga sentuhan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke sesepuh Aisyiyah, termasuk mantan ketua Aisyiyah. Momen penuh kehangatan itu menjadi pengingat bahwa gerakan perempuan Muhammadiyah berdiri kokoh berkat perjuangan dan keteladanan generasi sebelumnya.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Koba, Bangka Tengah, untuk menghadiri forum konsolidasi di Saung Sumur Tujuh. Ketua PP Aisyiyah Rs. Siti Aisyah, M.Ag bersama PDA Bangka Tengah menyampaikan paparan mendalam mengenai arah gerakan, peluang, sekaligus tantangan yang dihadapi di daerah.

Pertemuan semakin bermakna dengan hadirnya Ketua LSBO PP Aisyiyah, Widyastuti, S.S., S.Hum. yang membawa semangat baru melalui program-program seni, budaya, dan olahraga. Diskusi berlangsung dinamis, melahirkan banyak gagasan untuk memperkuat peran Aisyiyah sebagai pelopor gerakan perempuan yang progresif, berdaya, dan mengakar di masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Syiar di Era Digital, PWM Babel Hadiri Pelatihan Reputasi Muhammadiyah Zona II

Rombongan kemudian meninjau Sekretariat PDA Bangka Tengah, yang dulunya adalah Masjid Silaturahim Muhammadiyah Koba dan kini difungsikan sebagai pusat dakwah. Transformasi ini menjadi simbol bahwa dakwah dan pelayanan umat terus berkembang seiring zaman.

Tidak berhenti di ranah organisasi, perjalanan hari itu juga menyentuh sisi budaya dan wisata. Rombongan menikmati keindahan Danau Koilin Koba, destinasi yang memancarkan pesona khas Bangka. Agenda pun ditutup dengan jamuan makan bersama di Lubuk Besar, bertepatan dengan perayaan adat Maulid Nabi masyarakat setempat.

Hari ketiga ini seakan menegaskan bahwa Aisyiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang menyatukan dakwah, pemberdayaan perempuan, kebudayaan, dan kebersamaan. Sebuah langkah nyata menuju Aisyiyah yang semakin maju, kokoh, dan menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *