Strategi Digital Entrepreneurship dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Ekonomi Digital

Oleh: Yaniar Arba Syarli, PGSD UNMUH BABEL

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Perubahan zaman yang dipicu oleh kemajuan teknologi telah melahirkan era ekonomi digital yang menuntut pelaku usaha , termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),Digital entrepreneurship bukan hanya tentang menjual produk secara online, melainkan bagaimana pelaku UMKM mengelola usahanya menggunakan teknologi digital: dari pemasaran, pencatatan keuangan, hingga membangun merek (branding). Dengan strategi yang tepat, digital entrepreneurship dapat menjadi jembatan transformasi UMKM dari pola tradisional menuju era ekonomi digital yang kompetitif dan berkelanjutan.untuk beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing . UMKM memiliki peran vital dalam mendukung perekonomian Indonesia karena jumlahnya yang sangat besar dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta serapan tenaga kerja. Namun, tantangan modernisasi dan digitalisasi membuat UMKM dituntut lebih inovatif.

Salah satu pendekatan yang muncul sebagai solusi strategis adalah digital entrepreneurship, yaitu proses kewirausahaan yang berbasis teknologi digital. Dengan mengadopsi digital entrepreneurship, UMKM dapat meningkatkan efisiensioperasional, memperluas jangkauan pasar, hingga membangun merk secara profesional. Strategi ini tidak hanya relevan di masa kini, tetapi menjadi kebutuhan mutlak di era yang semakinkompetitif.

Kajian Pustaka

Aryuniasari et al. (2023) dalam jurnal SINTA menyatakanbahwa digital entrepreneurship adalah penerapan teknologidigital dalam setiap aspek kewirausahaanbaik dalam inovasiproduk, layanan, maupun sistem manajemen. Pendekatan inidapat memperluas pasar UMKM hingga ke ranah global, serta menciptakan efisiensi biaya operasional menjadi jembatan transformasi antara UMKM tradisional menuju sistem usahamodern berbasis teknologi. Konsep ini mencakup pemanfaatan teknologi informasi dalam inovasi produk, pemasaran digital, hingga manajemen keuangan.

Baca Juga  Menggali Potensi Anak: Transformasi Digital Melalui Kewirausahaan di Sekolah Dasar

Lestari dan Muttaqin (2023) menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi UMKM sangat dipengaruhi oleh kapasitas literasi digital para pelaku usaha. Tanpa pengetahuan yang cukup, Pelaku usaha perlu diberikan pelatihan intensif dan pendampingan teknologi agar dapat memaksimalkan manfaat digital tools seperti aplikasi kasir, e-wallet, dan platform marketplace. Oleh karena itu, pelatihan berbasis kebutuhan lokaldan aplikatif sangat dibutuhkan.

Sindi dan Wafa (2024) dalam penelitiannya membuktikan bahwastrategi pemasaran AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang diterapkan secara digital mampu meningkatkan efektivitas promosi dan angka penjualan pelaku usaha mikro di daerahKulon Progo. Penerapan strategi ini memperkuat posisi UMKM di tengah persaingan digital.

Pembahasan

Digital entrepreneurship memadukan semangat kewirausahaan dengan pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Bagi UMKM, ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untukbertahan dan tumbuh. Beberapa praktik strategis yang dapatditerapkan antara lain:

1. Pemasaran Digital Lewat Media Sosial: Platform sepertiInstagram, TikTok, dan WhatsApp Business bukan hanyauntuk promosi, tetapi juga membangun komunikasi yang erat dengan pelanggan. Konten kreatif yang konsisten dapatmembentuk kepercayaan konsumen terhadap produkUMKM.
2. Pemanfaatan Marketplace: UMKM yang masuk ke platform seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya operasional yang relatif rendah. Platform ini juga memberikankemudahan dalam pembayaran dan logistik.
3. Manajemen Keuangan Digital: Aplikasi sepertiBukuWarung atau Jurnal membantu UMKM mencatattransaksi, mengelola inventaris, dan membuat laporankeuangan dengan akurat dan efisien. Hal ini sangat mendukung transparansi dalam pengambilan keputusan.
4. Pendekatan Kolaboratif (Triple Helix): Kolaborasi antarapemerintah, akademisi, dan pelaku usaha diperlukan untuk memperkuat transformasi digital. Pemerintahmenyediakan regulasi dan infrastruktur, kampusmenghadirkan riset dan pelatihan, dan pelaku usaha menjalankan praktik lapangan.

Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet, rendahnya pemahaman teknologi, dan keterbatasan modal menjadi hambatan utama. Oleh sebab itu, sinergi antaraseluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar strategi ini berjalan dengan optimal.

Baca Juga  Membangun Masa Depan Lewat Kewirausahaan Digital

Penutup

Digital entrepreneurship merupakan strategi modern yang dapat meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif. Melalui strategi ini, UMKM dapat meningkatkan kualitas layanan, memperluaspasar, dan membangun usaha yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun sektor swasta, sangat diperlukan untukmenciptakan ekosistem digital yang inklusif dan merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *