
Babelmendunia.com – Pangkalpinang Bertempat di Masjid Muhajirin – Pusat Dakwah Sentral Muhammadiyah Bangka Belitung, Wali Kota Saparudin menyampaikan kultum Ramadhan usai pelaksanaan sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan sholat Tarawih bersama masyarakat.
Dalam suasana penuh kekhusyukan di Pangkalpinang, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai latihan keikhlasan — ikhlas dalam beribadah dan ikhlas dalam berbuat kebaikan.
Disampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Karena itu, umat Islam tidak cukup hanya membacanya, tetapi juga harus mengkaji dan memahami maknanya agar Al-Qur’an benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari.
Beliau mengingatkan, jangan sampai umat Islam hanya menjadi pembaca tanpa pemahaman, bahkan bisa jadi pihak lain lebih serius mempelajari Al-Qur’an dibandingkan umatnya sendiri.
Puasa juga bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menjaga diri dari hal-hal yang dilarang. Termasuk saat menjalankan iktikaf di bulan Ramadhan, di mana suami istri tidak diperkenankan berhubungan sebagai bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Antusiasme umat Islam untuk beriktikaf bahkan terlihat dari praktik di Masjidil Haram yang kini menerapkan sistem pendaftaran daring bagi jamaah yang ingin beriktikaf.
Melalui momentum Ramadhan, Wali Kota mengajak seluruh jamaah menjadikan ibadah sebagai jalan memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman Al-Qur’an, serta membangun pribadi dan masyarakat yang berkemajuan menuju semangat.


