Puasa menumbuhkan Empati terhadap fakir miskin & mustahiq

Dari Rasa Lapar Menuju Kepedulian terhadap Sesama

Avatar photo
banner 120x600

Babelmendunia.com Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu dan menutup jalan masuk setan. Perut sering menjadi pintu utama godaan, karena dari situlah muncul keinginan duniawi yang berlebihan. Ketika manusia terlalu fokus pada urusan makan, harta, dan dunia, ia bisa lalai dari ibadah dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui puasa, Allah SWT mengajarkan kita untuk menahan diri, membersihkan hati, serta merasakan langsung bagaimana rasanya lapar dan kekurangan. Dari rasa lapar itulah tumbuh empati terhadap fakir miskin dan mustahiq. Kita menjadi lebih peka, lebih peduli, dan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang selama ini mungkin dianggap biasa.

Bulan Ramadhan juga dikenal sebagai bulan kedermawanan. Rasulullah SAW mencontohkan sifat dermawan yang luar biasa, terutama di bulan ini. Sedekah tidak akan membuat seseorang miskin, justru Allah menjanjikan keberkahan, pahala yang berlipat ganda, bahkan menjadi amalan yang tidak terputus seperti sedekah jariyah dan doa anak yang saleh. Sedekah juga membersihkan hati dari kesombongan serta menjadi naungan di Padang Mahsyar.

Baca Juga  Dilema Timah Babel: Kontribusi Ekonomi Versus Kerusakan Lingkungan

Amalan yang bisa dilakukan di bulan puasa tidak hanya berupa harta, tetapi juga tenaga, perhatian, dan bantuan kepada orang-orang terdekat serta mereka yang benar-benar membutuhkan, sebagaimana diingatkan dalam Al-Ma’un tentang kepedulian terhadap anak yatim dan orang miskin.

Kesimpulannya, puasa adalah sarana membentuk pribadi yang sabar, bersyukur, dan penuh empati. Jadikan Ramadhan seolah-olah Ramadhan terakhir kita, perbanyak ibadah, sedekah, dan kebaikan. Ubah rasa lapar menjadi energi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berbagi kepada sesama, agar kita memperoleh pahala sebesar-besarnya serta menjadi hamba yang lebih baik di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *