Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bangka Belitung Resmikan Taman Pustaka “Aminah” dan Pustaka Bergerak: Hadirkan Semangat Literasi untuk Generasi Muda

Mengabadikan nama pejuang Aisyiyah, program taman pustaka dan pustaka bergerak hadir untuk membangkitkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Pangkalpinang – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bangka Belitung meresmikan Taman Pustaka Aisyiyah & Pustaka Bergerak Aisyiyah yang diberi nama “Aminah”, sebagai simbol perjuangan dan dedikasi almarhumah Aminah yang telah berjasa dalam menyebarkan gerakan Aisyiyah di Bangka Belitung sejak masih bergabung dengan Sumatera Selatan.

Ketua PWA Babel, Bunda Suhada, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penamaan “Aminah” adalah bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa almarhumah. “Beliau telah berjuang keras menyebarkan gerakan Aisyiyah di masa-masa sulit sebelum Bangka Belitung menjadi provinsi. Maka hari ini kita abadikan namanya sebagai inspirasi,” ujarnya. Pada kesempatan itu, turut hadir tiga orang anak dari almarhumah yang mendampingi peresmian.

Perpustakaan Bergerak untuk Dekatkan Gen Z dengan Literasi

Tidak hanya menghadirkan taman pustaka yang permanen, Aisyiyah Babel juga meluncurkan Pustaka Bergerak. Inovasi ini memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat membaca di mana pun mereka berada. “Anak-anak muda sekarang sering berkumpul di tempat nongkrong. Dengan pustaka bergerak, kita bisa hadir di tengah mereka untuk membudayakan literasi,” tambah Bunda Suhada.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

Peresmian ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya Dr. Siti Aisyah, M.Ag., Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah; PLT Kepala Perpustakaan Provinsi Babel, Doni Golput, S.E.; serta Wakil Ketua PWM Babel, Pak Edison Taher.

Baca Juga  Kontingen Bangka Belitung Dilepas Ikuti Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII 2026 di Makassar

Dalam sambutannya, Edison Taher menyampaikan rasa syukur atas langkah PWA Babel menghadirkan taman pustaka ini. “Perpustakaan ini akan menjadi sarana penting bagi anak-anak muda untuk meningkatkan semangat membaca. Peran Aisyiyah dalam pendidikan memang sangat besar dan nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, PLT Kepala Perpustakaan Babel, Doni Golput, S.E., menegaskan bahwa pustaka bergerak adalah langkah strategis dalam mendekatkan literasi kepada masyarakat. “Ini adalah momen yang sangat bagus. Dalam waktu dekat kami juga akan mengadakan forum taman membaca di tingkat provinsi,” ungkapnya.

Pesan dari Ketua Umum PP Aisyiyah

Di sela akhir acara, Dr. Siti Aisyah, M.Ag., Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, menekankan pentingnya semangat berjihad di bidang pendidikan melalui taman pustaka ini. “Semoga amal almarhumah Aminah menjadi ladang pahala. Kehadiran taman pustaka ini adalah kerja sama nyata antara Pimpinan Pusat Aisyiyah dan LAZISMU,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa PWA Babel menempati peringkat pertama tingkat Sumatera dalam capaian interaksi literasi dan pendidikan. Hal ini menjadi bukti kuatnya komitmen Aisyiyah dalam mencerdaskan masyarakat.

Namun, beliau mengingatkan tantangan besar bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, yakni 0,01 atau hanya 1 dari 1000 orang yang memiliki kebiasaan membaca. “Taman pustaka ini kita harapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan minat baca, khususnya melalui program pustaka bergerak yang menjangkau anak-anak muda,” pesannya.

Baca Juga  Pembuatan Tugu Mahasiswa KKN UNMUH Babel Dengan Tema Mengkaras Sebagai Simbol Mengalun Dalam Harmonis, Terarah Aman Dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Kerakas

Sebagai penutup, ia menyampaikan bahwa LSBO PP Aisyiyah ke depan juga akan menyelenggarakan berbagai lomba yang berfokus pada dunia pendidikan untuk terus menumbuhkan budaya literasi.

Literasi sebagai Jihad Modern

Peresmian Taman Pustaka “Aminah” ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Aisyiyah Babel untuk terus berperan aktif di bidang pendidikan dan literasi. Dengan hadirnya perpustakaan tetap dan pustaka bergerak, diharapkan generasi muda tidak hanya lebih dekat dengan buku, tetapi juga mampu melahirkan gagasan besar untuk masa depan Bangka Belitung dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *