Penguatan Nilai Ekologis Masyarakat Desa Keciput melalui Pengembangan Karya Ecoprint dan Kolase Kerang Berbasis Potensi Alam Lokal

KKN Kedisinian Berdampak Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Keciput, 07 November 2025Desa Keciput yang berada di kawasan pesisir Pulau Belitung dikenal memiliki lingkungan alam yang masih terjaga, dengan keberadaan tumbuhan tropis serta kerang pantai yang melimpah. Potensi alam tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ecoprint dan kolase kerang dikembangkan sebagai program edukatif bagi ibu-ibu desa dan siswa sekolah alam, sekaligus memperkenalkan cara pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Pemilihan ecoprint dan kolase kerang dilakukan karena bahan yang digunakan mudah ditemukan dan masih terjaga kelestariannya. Daun tropis, bunga liar, serta kerang pantai menjadi media yang relevan untuk diolah menjadi karya seni. Program ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian lingkungan, terutama dalam menjaga kelestarian pesisir. Melalui partisipasi aktif warga dan siswa, kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat ganda, yaitu peningkatan kreativitas berbasis alam serta terbukanya peluang ekonomi melalui produk lokal bernilai jual.

Kegiatan ecoprint dimulai dengan sosialisasi mengenai konsep, manfaat, serta potensi pengembangan produk ramah lingkungan. Setelah itu peserta mengikuti praktik pembuatan ecoprint. Mahasiswa menyiapkan daun dan bunga lokal, kain katun, palu kayu, dan larutan tawas sebagai fiksatif. Proses pembuatan dilakukan mulai dari penyusunan motif daun dan bunga, dilanjutkan dengan teknik pukul (Pounding) untuk memindahkan pigmen alami ke kain. Setelah proses tersebut, kain direndam dalam larutan tawas untuk menguatkan warna, kemudian dijemur hingga siap digunakan. Kegiatan ini menghasilkan karya ecoprint bermotif alami yang unik dan menanamkan nilai pemanfaatan sumber daya alam tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.

Baca Juga  TAMAN JABAK DESA IRAT : RUANG PUBLIK KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Sementara itu, kegiatan kolase kerang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Dua pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan eksplorasi dan pengumpulan kerang di tepi pantai sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai potensi alam pesisir. Kegiatan ini melibatkan siswa Sekolah Alam Keciput dengan tujuan menumbuhkan kreativitas serta kecintaan mereka terhadap lingkungan sekitar. Pada pertemuan ketiga, kerang yang telah dikumpulkan disusun menjadi karya kolase dengan berbagai pola dan komposisi visual. Proses ini tidak hanya mengasah keterampilan seni siswa, tetapi juga menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem pantai.

Nilai ekologis yang ditanamkan melalui kedua kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem. Melalui ecoprint, peserta memahami bahwa alam dapat menjadi sumber kreativitas tanpa merusaknya. Melalui kolase kerang, siswa memahami bahwa karya seni dapat tercipta dari bahan sederhana di sekitar mereka, dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Program ecoprint dan kolase kerang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ibu-ibu desa memperoleh keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha kreatif berbasis lingkungan. Siswa sekolah alam juga mendapatkan pengalaman belajar kontekstual yang meningkatkan pengetahuan ekologis dan kecintaan terhadap lingkungan pesisir. Selain itu, karya ecoprint dan kolase kerang berpotensi menjadi identitas kreatif desa yang dapat dipromosikan lebih luas.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Eviani, mengungkapkan bahwa kegiatan ecoprint memberikan pengalaman baru yang sangat berarti bagi dirinya. Ia menyampaikan, Kegiatan ini sangat menginspirasi dan memotivasi kami para ibu di desa. Selama ini kami tidak mengetahui bahwa tumbuhan di sekitar dapat dijadikan bahan untuk membuat batik ecoprint. Selain itu, banyak dari kami juga belum pernah mengenal apa itu ecoprint.” Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai material seni bernilai ekonomi serta mendorong ibu-ibu untuk mulai mencoba praktik kreatif yang ramah lingkungan.

Baca Juga  Respon Cepat KKN Unmuh Babel: Plang Edukasi Sampah Terurai dan Tong Sampah Dua Warna Jadi 'Tameng' Penjaga Pantai Keramat Permis.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program KKN diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat Desa Keciput secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas desa sebagai wilayah pesisir yang kreatif dan peduli lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *