
Babelmendunia.com – Pangkalpinang, “Talkshow Ramadhan Istimewa”. Pada edisi kali ini, diskusi hangat tersebut menghadirkan Muhammad Firdaus, M.Pd., Anggota Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bangka Belitung, yang mengupas tuntas pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak.
Muhammad Firdaus juga menyoroti fenomena krisis etika yang melanda kaum intelektual saat ini. Menurutnya, hal ini berakar dari kurangnya integrasi nilai agama dalam proses belajar. Beliau mengajak orang tua untuk kembali memperkuat peran ‘Madrasah Pertama’ di rumah, guna memastikan anak memiliki akhlak yang menjadi cermin dari keimanan mereka.
Firdaus mengingatkan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya, namun ilmu tersebut harus dibarengi dengan sifat tawadhu (rendah hati), bukan rendah diri.
Ia juga menegaskan peran penting keluarga dalam pembentukan karakter.
“Madrasah pertama bagi seorang anak adalah orang tua, terutama ibu. Ilmu yang pertama kali dikenalkan sebaiknya adalah ilmu agama agar intelektualitas nantinya berjalan seiring dengan akhlak.”
Terkait tantangan lingkungan, Firdaus menyebutkan bahwa pergaulan di sekolah dan rumah sangat memengaruhi karakter anak. Ia mengajak audiens untuk memiliki sikap “FOMO yang positif”—yaitu ketakutan akan tertinggal dalam hal-hal kebaikan dan peningkatan kualitas diri.
Sebagai penutup, ia memberikan pesan menyejukkan dalam menghadapi beban hidup. Intelektualitas sejati akan membawa seseorang pada pemahaman bahwa hidup adalah rangkaian proses. Permasalahan dan beban hidup bukanlah penghalang, melainkan sarana untuk melakukan pendekatan kepada Allah SWT. Di dunia di mana segala hubungan telah diatur oleh-Nya, menghadapi setiap dinamika dengan rasa percaya dan ikhlas adalah puncak dari kecerdasan emosional dan spiritual.
Menjadi intelektual yang berakhlak mulia di era digital bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Dengan menyeimbangkan otak yang cerdas dan hati yang bersih, kita tidak hanya menjadi manusia yang berilmu, tetapi juga manusia yang bermanfaat dan diridhai-Nya.








