BabelMendunia.Com, Bangka Tengah- PULAU NANGKA Salah satu dusun yang terletak di Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah butuhwaktu dan memerlukan perjalanan yang cukup menantang untuk mencapainya. Berangkat dari Kota Pangkalpinang perjalanan menuju dusun ini menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit hingga sampai di dermaga Tanjung pura. Dari dermaga Tanjuingpura menuju pulau nangka, rombongan Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menggunakan perahu kayumilik warga lokal, mengarungi ombak laut yang tidak menentu untuk sampai di Dusun Pulau Nangka.
Kunjungan Rektor dan rombongan ke Dusun Pulau Nangka bukan hanya kembali berkunjung, melainkan mengisi acara tabligh Akbar dengan memberikan dakwah kepada masyarakatspesial menyambut malam Nisfu Sya’ban yang diselenggarakandi Masjid Al Mujahidin Dusun Pulau Nangka, Jum’at(14/02/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung memberikan wejangan kepadamasyarakat Dusun Pulau Nangka mengenai peran agama dalamkehidupan manusia. “ Beragama ialah kebutuhan manusia, makaberagama merupakan sebuah keharusan bagi manusia, oleh karena itu islam harus disebarluaskan yaitu melalui dakwah.
Pada malam nisfu sya’ban, pulau nangka menjadi saksisebuah peristiwa yang sangat berarti bagi banyak orang. Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam yang penuh berkahbagi umat Muslim. Malam ini dipandang sebagai waktu yang penuh dengan kemuliaan dan kesempatan untuk mendekatkandiri kepada Allah SWT. Bagi sebagian besar umat Islam, malamini dimaknai dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan merenungkan dosa serta memohon ampunan.
Di tengah suasana yang khusyuk dan penuh keberkahan, acara ceramah dengan tema “Pentingnya Peran Agama Dalam Kehidupan Manusia,” telah mengundang perhatian wargamasyarakat yang telah hadir disana. Dalam ceramah tersebutmenyampaikan juga bagaiamana menjadi momentum untukmemperkuat pemahaman tentang betapa pentingnya peranagama dalam kehidupan manusia di era modern ini. Malam nisfusya’ban, yang jatuh pada pertengahan bulan sya’ban, merupakanmalam yang penuh dengan makna dalam tradisi islam. Nisfusya’ban, Malam Nisfu Sya’ban malam yang sangat istimewa dan penuh berkah. Sebagai Umat Islam kita dianjurkan untukmemperbanyak ibadah, doa, dan amal shaleh pada malam ini. Dengan demikian, kita dapat memperoleh ampun, karunia, dan rahmat dari Allah SWT.
Dalam ceramah tersebut, rektor juga menjelaskan tentangciri-ciri dakwah yang harus diterapkan oleh umat islam, yaitutentang membebaskan, memberdayakan, menggerakkan, dan memajukan. Ciri-ciri ini menjadi dasar bagi setiap aktivitasdakwah yang dilakukan, baik di masyarakat maupun di lingkungan pendidikan. Keempat ciri-ciri ini menjadi pijakandalam setiap langkah dakwah, dalam dunia pendidikan untukmenciptakan perubahan yang lebih berarti dan berkelanjutan.
Kami kelompok kkn Dusun Pulau Nangka yang Beranggotakan (Fadhilah Amal, Ilal Ma’arif, DhevarioRahmadika, Kevin Saki Saputra, Fauzan, Istahara, Sindi Claudia, Fetty Lastari, Awijah, Rifdah Alifah Iswarini) “kami Sangat Bahagia sekali bisa terpilih untuk mengabdi di dusunpulau Nangka ini, jika tidak terjadi kkn disini kami tidak akanmerasakan betapa indahnya pulau ini, betapa indahnyapersaudaraan disini, dan dengan datangnya Rektor Unmuh Babel ini kami sangat Bahagia dan antusias sekali menyambutkehadiran beliau”. Pungkas Fadhilah amal selaku ketuakelompok kkn Dusun Pulau Nangka.
Acara ceramah spesial yang diselenggarakan dalam rangkamenyambut Malam Nisfu Sya’ban di Dusun Pulau Nangka, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, menjadimomen yang sangat berkesan bagi masyarakat setempat. Kehadiran Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) beserta rombongan dalam acara tabligh akbaryang diadakan di Masjid Al Mujahidin, tidak hanya membawadakwah, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Perjalanan panjang dan tantangan yang dihadapirombongan Rektor untuk sampai ke Pulau Nangka, menunjukkan dedikasi tinggi dan semangat untuk mengabdikepada masyarakat.
Selain itu, Rektor juga menekankan ciri-ciri dakwah yang efektif, yaitu membebaskan, memberdayakan, menggerakkan, dan memajukan masyarakat. Keempat ciri ini menjadi dasardalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat dan lingkungan pendidikan, dengan tujuan menciptakan perubahanyang positif dan berkelanjutan. Hal ini memberikan inspirasibagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus berperan aktifdalam menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui ajaranagama.