BabelMendunia.com, Desa Tanjung Labu- Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarahIslam yang menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem (Isra’), lalu dilanjutkan dengan perjalanan kelangit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerimaperintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT. Peristiwa ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam, terutama dalam memperkuat keimanan dan ketakwaankepada Allah.
Di Indonesia, peringatan Isra’ Mi’raj menjadi bagiandari tradisi keagamaan yang dijalankan dengan berbagaicara. Banyak masyarakat yang menggelar pengajian dan ceramah untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai Islam, sementara lainnya memanfaatkan momen inisebagai sarana pengembangan potensi anak-anak dan generasi muda melalui berbagai lomba yang berkaitandengan ajaran Islam, seperti adzan, kaligrafi, dan busanamuslim. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi bentukpenghormatan terhadap peristiwa bersejarah ini, tetapijuga berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislamanserta mempererat kebersamaan dalam masyarakat.
Hal ini juga tercermin dalam perayaan Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung Labu yang diselenggarakan dengan nuansaIslami dan penuh semangat. Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dengan tujuanmempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilaikeislaman kepada anak-anak sekolah dasar (SD). Berbagailomba turut memeriahkan perayaan ini, di antaranyalomba mozaik kaligrafi, lomba adzan, dan lomba busanamuslim, yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapijuga sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakterIslami bagi generasi muda.
Salah satu lomba yang paling diminati dalamperayaan Isra’ Mi’raj ini adalah lomba mozaik kaligrafi. Peserta yang terdiri dari anak-anak SD sangat antusiasmengikuti perlombaan ini. Dalam lomba mozaik kaligrafi, anak-anak diminta untuk membawa bahan-bahan alamiseperti kacang-kacangan, kulit kerang, dedaunan, pasir, kulit telur, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut kemudiandigunakan untuk menghias lembar kertas mozaik yang dibagikan oleh panitia. Lomba ini tidak hanya mengasahkreativitas anak-anak dalam menciptakan karya seni yang unik, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kaligrafiIslam sejak dini, sehingga mereka dapat lebih memahamidan mengapresiasi keindahan seni dalam ajaran Islam.
(a.)
(b.)
Gambar 1 Lomba Mozaik Kaligrafi dalam perayaan haribesar Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung Labu
Selain lomba kaligrafi, acara ini juga dimeriahkandengan lomba adzan yang diikuti oleh peserta laki-lakidari jenjang sekolah dasar. Lomba ini bertujuan untukmelatih dan membiasakan anak-anak dalammengumandangkan adzan dengan baik dan merdu. Penilaian dalam lomba ini didasarkan pada ketepatanpelafalan makhraj, penerapan tajwid, keindahan irama, serta adab saat mengumandangkan adzan. Kegiatan inimelibatkan pemuka agama setempat serta guru pendidikanagama sebagai juri, sehingga proses penilaian dilakukansecara objektif dan profesional. Melalui lomba ini, diharapkan dapat terbentuk generasi muda yang mencintaisyiar Islam serta memiliki keberanian dan keterampilandalam menyuarakan panggilan ibadah dengan benar dan penuh khidmat.
(a)
(b) Gambar 2 Lomba Adzan dalam perayaan hari besar Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung Labu
Selain lomba kaligrafi dan adzan, acara peringatanIsra’ Mi’raj ini ditutup dengan lomba busana muslim, yang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Pesertalomba terdiri dari anak-anak sekolah dasar yang tampildengan busana muslim yang tidak hanya indah tetapi juga sesuai dengan syariat Islam. Penilaian dalam lomba inimencakup keserasian warna pakaian, kelincahan dalamberjalan, serta ekspresi peserta saat tampil di hadapandewan juri. Sebagai penyelenggara, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung turut berperan dalam mengedukasi pesertatentang pentingnya berpakaian sesuai dengan nilai-nilaiIslam. Selain bertugas dalam penyelenggaraan acara, mahasiswa KKN juga berperan sebagai dewan juri, memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan baikdan memberikan manfaat bagi para peserta. Denganadanya lomba busana muslim ini, diharapkan anak-anaksemakin memahami pentingnya berpakaian sesuai denganajaran Islam serta menumbuhkan rasa percaya diri dalammenampilkan identitas keislaman mereka.
(a)
(b) Gambar 3 Lomba Busana Muslim dalam perayaan haribesar Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung Labu
Dengan adanya berbagai acara tersebut, diharapkananak-anak Tanjung Labu lebih memahami makna acara Isra’ Mi’raj dan menjadikannya sebagai motivasi untukmeningkatkan keimanan dan ketakwaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi mereka untuklebih mendalami dan menerapkan ajaran Islam dalamkehidupan sehari-hari. Sebagai lembaga pendidikan, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menyediakan lingkungan positif bagi anak-anaksehingga memungkinkan mereka belajar lebih menarikdan interaktif.
Perayaan Isra’ Mi’raj di Desa Tanjung Labu bukansekadar acara keagamaan; sekaligus menjadi media pendidikan dan keagamaan yang efektif untuk melahirkangenerasi yang bertaqwa dan mulia.