BabelMendunia.com, Saat ini, timah menjadi salah satu topik yang banyak dipertanyakan oleh masyarakat Bangka Belitung. Dengan kekayaan sumber daya alam seperti timah yang melimpah, seharusnya Bumi Serumpun Sebalai mampu berkembang pesat bahkan mampu menyaingi kemajuan provinsi lain di Indonesia. Namun pada kenyataannya, hasil tambang yang begitu besar belum memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan daerah. Lantas Kemana perginya hasil timah tersebut, sementara pembangunan di Bangka Belitung masih stagnan?
Berdasarkan Data Kementerian ESDM menunjukkan nilai ekspor timah Indonesia mencapai triliunan rupiah per tahunnya, yang sebagian besar diperoleh dan disuplai dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun, kontribusi dari sektor pertambangan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih kecil, bahkan kurang dari 10% dari total pendapatan provinsi. Akibatnya masyarakat lokal tidak dapat merasakan dampak langsung dari hasil aktivitas tambang yang setiap hari mereka lihat.
Selain itu, aktivitas penambangan timah ini juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup parah. Banyak kawasan wisata seperti pantai harus menjadi korban eksploitasi tambang, lahan-lahan bekas penambangan dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa adanya upaya reklamasi . Hal ini mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang besar menyerupai kolam yang mengubah lanskap alam Bangka Belitung serta mengancam keseimbangan ekosistemnya. Ironisnya ditengah melimpahnya hasil tambang, bumi Serumpun Sebalai justru di hadapkan dengan menurunnya kualitas lingkungan yang mengancam masa depan masyarakatnya sendiri.
Oleh karena itu, sudah seharusnya pengelolaan sumber daya alam seperti timah di Bangka Belitung harus dilakukan dengan transparan dan berkeadilan agar tidak terjadi prasangka buruk atau isu liar dimasyarakat. Pemerintah daerah bersama masyarakat juga perlu berkolaborasi untuk memastikan hasil tambang benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, kekayaan timah yang melimpah dapat menjadi ladang berkah, bukan menjadi sumber kerusakan bagi Bumi Serumpun Sebalai.














