Dari Panggung Kecil Sekolah, Kultum di SD Negeri 42 Pangkalpinang Melatih Lidah Bertutur, Menata Hati Berakhlak

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Kegiatan kultum setiap Kamis di SD Negeri 42 Pangkalpinang bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan media nyata bagi siswa untuk mengasah keberanian berbicara sekaligus menanamkan nilai akhlak mulia. Dari mimbar sederhana itu, anak-anak belajar menyampaikan pesan dengan runtut, santun, dan penuh makna, sambil membiasakan diri pada budaya positif yang berakar dari ajaran agama.

Derasnya arus digital yang seringkali mendorong generasi muda pada gaya hidup instan dan dangkal, kultum hadir sebagai penyeimbang. Siswa tidak hanya berlatih public speaking, tetapi juga menumbuhkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang kelak menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menapaki dunia yang semakin kompetitif.

Kegiatan Kultum ini dapat disebut sebagai cermin peradaban sekolah. Dari suara polos anak-anak, lahir gagasan sederhana yang mengajarkan keberanian tanpa arogansi, kecerdasan tanpa kehilangan moralitas, serta kepedulian tanpa pamrih. Karena itu, kegiatan ini patut diapresiasi lebih luas sebagai strategi pendidikan karakter yang berkesinambungan membentuk siswa bukan hanya pandai secara akademik, tetapi juga siap menjadi insan yang menebar kebaikan di masyarakat.

Baca Juga  Digital Entrepreneurship dan Peluang Bisnis di Era Media Sosial

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak yang tampil, tetapi juga bagi teman-teman yang mendengar.

Tidak semua anak memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum. Bahkan bagi sebagian siswa, berbicara di hadapan teman-teman sebaya saja terasa menegangkan. Namun, di SD Negeri 42 Pangkalpinang, hal itu mulai dilatih sejak dini melalui kegiatan kuliah tujuh menit (kultum). Dari panggung kecil yang sederhana, siswa didorong untuk tampil, menyampaikan pesan kebaikan, sekaligus belajar menata akhlak. Kultum bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter. Memilih kata, menyusun kalimat, dan mengatur intonasi suara. Isi kultum yang berisi pesan moral dan nilai-nilai agama, secara perlahan membentuk kebiasaan berakhlak mulia.

Baca Juga  Digital Entrepreneurship adalah Peluang Emas bagi Calon Pendidik di Era Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *