Apakah Biaya Endorsement Influencer Sebanding dengan Dampaknya dalam Pemasaran Digital di Bangka Belitung?

Oleh: Sepia Destisia Rini, PGSD UNMUH BABEL

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Di era digital seperti sekarang, penggunaan media sosial sebagai alat promosi semakin meluas. Salah satu strategi yang banyak digunakan adalah jasa endorsement oleh influencer seperti selebgram, youtuber, tiktokers, bahkan artist.Fenomena ini juga menjangkau Bangka Belitung. Sehingga para influencer Bangka Belitung membentuk komunitas untuk memberikan dukungan, link endorsement, dan konsultasi rate harga kepada klien. Namun, pertanyaan penting yang muncul adalahapakah biaya yang dikeluarkan untuk endorsementyang cukup tinggi benar-benar bisa sebanding dengan hasil yang diperoleh?

Tidak bisa dipungkiri bahwa influencer lokal juga punya peran dalam membantu promosi produk, terutama dari pelaku UMKM. Dengan jumlah pengikut yang banyak, mereka mampu memperluas jangkauan informasi produk ke lebih banyak orang. Meski begitu, biaya endorsement yang bisa mencapai jutaan rupiah hanya untuk satu konten promosi tentu menjadi bahan pertimbangan, apalagi bagi usaha kecil.UMKM yang masih berkembang tentu tidak mudah mengeluarkan biaya besar tanpa kepastian keuntungan yang jelas. Sering kali, hasilnya hanya sebatas peningkatan interaksi di media sosial, seperti like dan komentar, tetapi tidak diikuti oleh peningkatan penjualan.

Baca Juga  MENJEMBATANI TEORI DAN PRAKTIK: PEMBELAJARAN BERHARGA DARI MATA KULIAH DIGITAL ENTREPRENEURSHIP

Karna itu, keaslian konten influencer kini juga banyak dipertanyakan. Mulai banyak audiens terutama kalangan gen Z menyadari bahwa tidak semua promosi yang dilakukan karena kualitas produk, melainkan karena bayaran. Ketikaseorang influencer mempromosikan sesuatu yang tidak mereka pakai atau percaya, maka kepercayaan pengikut pun bisa menurun, yang pada akhirnya merugikan pelaku usaha dan sang influencer. Maka dari itu, Pembisnis di Bangka Belitung ini sebaiknya membangun kerja sama dengandilandasi nilai dan kepercayaan kepada influencer, bukan hanya sekadar melihat jumlah pengikut atau tarif saja. Influencer lokal dengan komunitas yang solid dan keterlibatan pengikut yang tinggi, meskipun jumlah pengikutnya tidak terlalu banyak namun sering kali lebih memberikan dampak nyata.

Adapun alternatif yang bisa dilakukan oleh pembisnis terutama pelaku UMKM yakni memanfaatkan micro-influencer atau nano-influencer, yang meski memiliki audiensi Lebih kecil, biasanya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pengikutnya. Biaya promosi juga lebih terjangkau untuk UMKM. Bahkan, membangun komunitas digital secara langsung bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan endorsement berbayar mahal. Biaya endorsement influencer yang mahal belum tentu sesuai dengan kondisi pasar lokal di Bangka Belitung. Strategi pemasaran digital perlu disesuaikan dengan karakter konsumen, skala usaha, dan nilai-nilai kepercayaan yang ingin dibangun. Jangan sampai usaha hanya fokus pada tren, tapi melupakan esensi dari promosi yang benar-benar berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *