
Pangkalpinang, 22 Januari — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung kembali menggelar Kajian Rutin ke-17 dengan tema “Iman di Tengah Arus Digital & Budaya Populer”. Kajian ini menyoroti tantangan besar umat Islam, khususnya generasi muda, dalam menghadapi derasnya arus digital dan budaya populer yang berkembang sangat pesat.
Di era digital saat ini, gawai dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, bahkan bagi anak-anak usia dini. Namun, kemudahan akses tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan dampak positif. Banyak generasi muda yang justru terjerumus pada sisi negatif dunia digital akibat kurangnya filter iman dan pengawasan.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang, Jazky, menegaskan bahwa dunia digital sejatinya bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan harus diarahkan dan dimanfaatkan dengan bijak. Jika dibingkai dengan iman yang kuat, arus digital justru dapat menjadi sarana dakwah, pembelajaran, dan penguatan nilai-nilai Islam.
“Masalahnya bukan pada teknologinya, tapi pada cara kita menggunakannya. Ketika iman menjadi dasar, dunia digital justru penuh manfaat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan gawai. Pengawasan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengaturan akun Gmail, pembatasan aplikasi, kontrol waktu penggunaan, hingga pendampingan langsung dalam mengakses konten digital.
Lebih jauh, Jazky juga mengingatkan bahwa teknologi saat ini menyediakan banyak fitur positif yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan iman, seperti aplikasi Al-Qur’an digital, pengingat waktu salat, kajian daring, hingga media pembelajaran Islami yang mudah diakses kapan saja.
Dalam konteks menjaga iman di era digital, Al-Qur’an telah memberikan pedoman yang sangat relevan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Hujurat ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”
(QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat ini menjadi pengingat penting agar umat Islam bersikap bijak, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar, terutama di media digital yang serba cepat dan masif.
Melalui kajian ini, PWM Bangka Belitung mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk merawat iman di tengah budaya populer, dengan menjadikan teknologi sebagai alat kebaikan, bukan sumber kerusakan. Dengan pengawasan yang tepat, pembiasaan nilai keislaman, dan pemanfaatan digital secara positif, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia.








