BabelMendunia.com, Motif kelopak manggis (Gambar) pada kain cual merupakan representasi nyata dari kekayaan makna simbolik yang terkandung dalam budaya Melayu, khususnya dalam tradisi tekstil sebagai media ekspresi nilai, filosofi, dan identitas masyarakat. Kain cual tidak hanya dipahami sebagai hasil kerajinan tangan yang indah secara visual, melainkan juga sebagai warisan budaya yang menyimpan pesan moral dan pandangan hidup yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam tradisi Melayu, setiap motif yang dituangkan ke dalam kain memiliki makna tertentu yang berakar dari pengamatan terhadap alam, pengalaman sosial, serta ajaran adat yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Motif kelopak manggis menjadi salah satu contoh bagaimana unsur alam dimaknai secara mendalam dan dijadikan simbol kehidupan. Kelopak manggis berfungsi sebagai pelindung buah, menjaga bagian dalam yang berwarna putih bersih, lembut, dan bernilai tinggi. Dari fungsi alami tersebut, lahirlah pemaknaan filosofis bahwa kelopak manggis melambangkan perlindungan, kesantunan, dan kebijaksanaan.
Gambar a) Motif Kelopak Manggis Kain Cual Maslina; b) Kelopak Buah Manggis
Masyarakat Melayu memandang bahwa sebagaimana kelopak melindungi isi buah, demikian pula manusia seharusnya menjaga nilai-nilai kebaikan dalam dirinya melalui sikap, tutur kata, dan perilaku yang beradab. Makna ini selaras dengan prinsip hidup Melayu yang menempatkan adab sebagai fondasi utama dalam hubungan sosial. Dalam pandangan adat Melayu, seseorang yang baik bukanlah yang menonjolkan diri, melainkan yang mampu menjaga kehormatan dan martabat melalui sikap rendah hati dan penuh pertimbangan. Oleh karena itu, motif kelopak manggis dapat dipahami sebagai simbol pengendalian diri, yakni kemampuan untuk menjaga diri dari sikap berlebihan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Selain itu, motif ini juga mengandung pesan tentang pentingnya keseimbangan antara lahir dan batin. Keindahan kain cual tidak hanya terletak pada motif dan warnanya, tetapi juga pada makna yang tersirat di baliknya. Hal ini mencerminkan pandangan hidup Melayu yang tidak memisahkan aspek fisik dan spiritual, melainkan memandang keduanya sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Dalam konteks ini, kelopak manggis mengajarkan bahwa nilai sejati seseorang tidak terletak pada penampilan luar, melainkan pada kualitas batin yang tercermin dalam sikap hidupnya. Lebih jauh, motif kelopak manggis juga menunjukkan kedekatan masyarakat Melayu dengan alam sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran. Alam dipandang bukan sekadar objek eksploitasi, tetapi sebagai sahabat dan guru yang memberikan pelajaran tentang kehidupan.
Dengan mengangkat manggis buah yang dikenal bernilaitinggi dan memiliki banyak manfaat masyarakat Melayu menyampaikan harapan akan kehidupan yang berguna, matang dalam pemikiran, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam kerangka budaya, kain cual bermotif kelopak manggis juga memiliki fungsi sosial, yakni sebagai simbol identitas dan status budaya. Kain ini kerap digunakan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan penting, sehingga motif yang terkandung di dalamnya memiliki peran dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kehormatan, dan kesinambungan tradisi.
Kedekatan masyarakat Melayu dengan alam tersebut juga tercermin dalam kearifan lokal masyarakat Bangka berupa kelekak, yaitu kebun tradisional yang dikelola secara turun temurun oleh keluarga. Kelekak bukan sekadar ruang produksi pangan, tetapi juga simbol keberlanjutan hidup dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Di dalam kelekak, pohon manggis hampir selalu hadir sebagai tanaman utama. Keberadaan manggis mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan, karena pohon ini membutuhkan waktu lama untuk berbuah, namun hasilnya bernilai tinggi dan bermanfaat. Nilai-nilai inilah yang selaras dengan makna filosofis kelopak manggis pada kain cual, yakni perlindungan, kebijaksanaan, dan kematangan batin.
Dengan demikian, motif kelopak manggis tidak hanya merepresentasikan unsur alam secara visual, tetapi juga merekam praktik kearifan lokal kelekak Bangka sebagai bagian dari identitas budaya Melayu yang hidup dan diwariskan lintas generasi. Menurut opini saya, motif kelopak manggis pada kain cual merupakan bentuk kearifan lokal yang sangat relevan untuk dipertahankan di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Di era saat ini, ketika budaya populer cenderung mengedepankan aspek visual semata, keberadaan motif tradisional dengan makna mendalam menjadi pengingat akan pentingnya nilai moral dan identitas budaya. Kain cual dengan motif kelopak manggis tidak hanya berfungsi sebagai busana atau karya seni, tetapi juga sebagai media edukasi budaya yang mampu menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Melalui pemahaman terhadap makna motif ini, generasi penerus diharapkan tidak hanya mengenal warisan budaya secara fisik, tetapi juga mampu menghayati filosofi yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pelestarian motif kelopak manggis pada kain cual bukan sekadar upaya menjaga tradisi, melainkan juga usaha mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang berakar kuat pada kebijaksanaan lokal dan tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Koordinator Mata Kuliah Etnobiologi : Dr. SulviPurwayantie, S.TP.,M.P.














