Respon Cepat KKN Unmuh Babel: Plang Edukasi Sampah Terurai dan Tong Sampah Dua Warna Jadi ‘Tameng’ Penjaga Pantai Keramat Permis.

Avatar photo
banner 120x600

BabelMendunia.com, Bangka Selatan – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) Angkatan Tahun 2025 menunjukkan gerak cepat dalam menangani masalah sampah di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur sederhana dan edukasi visual, mahasiswa menjadikan tong sampah dua warna dan plang Edukasi Sampah Terurai sebagai “tameng” utama untuk menjaga kebersihan Pantai Keramat Permis yang merupakan aset wisata dan spiritual desa.

Strategi Cepat di Pantai Keramat

Pantai Keramat Permis dikenal sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi warga lokal. Sayangnya, lokasi strategis ini kerap menghadapi masalah sampah yang dibawa ombak maupun ditinggalkan pengunjung, merusak estetika dan ekosistem.

Menanggapi masalah ini, Tim KKN Permis segera merancang dan mengimplementasikan program “Fasilitas Kebersihan Cepat Tuntas”. Fokus utamanya adalah pengadaan fasilitas yang mudah digunakan dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat dan pengunjung.

“Kami memilih dua warna untuk tong sampah, yaitu Hijau untuk Organik dan Kuning untuk Anorganik, karena itu adalah langkah pemilahan yang paling mendasar dan mudah diterapkan oleh masyarakat luas,” jelas perwakilan tim KKN.

lima set tong sampah dua warna ini dibuat secara mandiri oleh tim KKN, terbuat dari bahan yang kuat dan ditempatkan di atas dudukan kayu yang dirancang agar tahan terhadap angin pantai dan air asin supaya berdiri kokoh.

Baca Juga  MAHASISWA KKN UNMUH BABEL MELAKUKAN GERAKAN REVITALISASI POS KAMLING GUNA PENGAKTIFAN KEMBALI SISTEM KEAMANAN DESA SIMPANG RIMBA DUSUN

Plang Sebagai Pemandu Perilaku dan Pengingat Dampak

Tidak berhenti pada fasilitas fisik, strategi tim KKN diperkuat dengan pemasangan plang informasi di depan kantor desa permis supaya setiap orang yang hendak melewati jalan terlihat pada plang edukasi tersebut.Plang ini berfungsi sebagai panduan visual cepat bagi pengunjung dan warga.

Plang edukasi ini didesain secara provokatif dengan menampilkan data mengejutkan mengenai waktu penguraian sampah di alam. Sebagai contoh, pengunjung diperlihatkan bahwa botol plastik yang dibuang sembarangan membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai, sementara styrofoam bahkan tidak bisa terurai sempurna. Data ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan membuang sampah hari ini akan berdampak pada puluhan generasi mendatang.

“Plang informasi ini sangat penting. Fungsinya adalah sebagai pengingat instan.  plang tersebut menarik mata dan menjelaskan dengan singkat betapa lamanya sampah terurai butuh puluhan bahkan ribuan tahun untuk bisa terurai sehingga pengunjung peka terhadap pentinnya membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan.

Sesi diskusi dan perencanaan ini menjadi kunci kecepatan implementasi. Tim KKN secara intensif merancang strategi di posko, memastikan setiap tahapan program, mulai dari pembuatan tong hingga sosialisasi, berjalan efektif.

Dukungan dan Harapan Keberlanjutan

Baca Juga  Mahasiswa KKN UnMuh BaBel Gelar Sosialisasi Urgensi Pendidikan di Desa Tanjong Tinggi

Inisiatif cepat ini mendapatkan respons positif dari Pemerintah Desa Permis. Perangkat desa setempat menyatakan, “Kami mengapresiasi kecepatan adik-adik KKN Unmuh Babel. Fasilitas ini sangat kami butuhkan, dan yang terpenting, edukasi melalui plang tersebut diharapkan dapat menjadi budaya baru bagi warga Desa Permis.”

Dengan adanya tameng berupa plang edukasi dan tong sampah terpilah ini, KKN Unmuh Babel berharap Pantai Keramat Permis dapat terus lestari kebersihannya, menjadikannya bukan hanya tempat ibadah atau wisata, tetapi juga contoh nyata pengelolaan lingkungan berbasis kesadaran di Kecamatan Simpang Rimba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *