BabelMendunia.com, PANGKALPINANG, 13 November 2025 – Merasa tertindas? Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH BABEL) punya jawabannya! Melalui bedah buku “Pendidikan Kaum Tertindas” karya Paulo Freire, IMM UNMUH BABEL menawarkan solusi pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan. Acara yang digelar pada hari Kamis, 13 November 2025, di Gedung Rusli Rachman Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ini menghadirkan Daffa Nur Fauzy, S.Ag. dari IMM Jogja sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan aktivis untuk mengkaji lebih dalam pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan yang berpihak pada kaum tertindas. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan para peserta yang antusias menggali relevansi pemikiran Freire dengan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa UNMUH BABEL, Universitas Bangka Belitung (UBB), dan Universitas Pertiba (Uniper).
Daffa Nur Fauzy dalam paparannya menekankan bahwa pendidikan seharusnya menjadi alat untuk membebaskan masyarakat dari segala bentuk penindasan. Ia mengajak para peserta untuk terus mengkritisi sistem pendidikan yang ada dan memperjuangkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Bedah buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan aktivis IMM UNMUH BABEL untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan, sehingga tidak ada lagi yang merasa tertindas.


