Babelmendunia.com, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung sukses menyelenggarakan Darul Arqom Dasar (DAD) Akbar 2025 di Masjid Kayu Tua, Kelurahan Tunu, Kota Pangkalpinang. Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini diikuti oleh 43 peserta dari tiga perguruan tinggi di Bangka Belitung Unmuh Babel, Uniper, dan UBB. DAD Akbar bertujuan sebagai wadah pembinaan kader untuk membentuk pribadi yang tangguh, berjiwa sosial, berkomitmen pada dakwah, serta memiliki kesadaran kemanusiaan.
Dalam penyampaian materi, Ramanda Hanif menjelaskan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh Kiai Ahmad Dahlan pada tahun 1912 serta peran organisasi otonom seperti Aisyiyah, IPM, Hizbul Wathan, hingga IMM dalam melahirkan generasi Islam yang berkemajuan.
Sementara itu, Ramanda Rifqi Al Hanif menegaskan pentingnya berorganisasi sesuai tuntunan QS. Ali Imran ayat 104 bahwa amar makruf nahi mungkar merupakan bagian dari dakwah yang harus dihidupkan.
Pada sesi berikutnya, Abangda Aldi Kurniawan menekankan bahwa IMM adalah wadah pembentukan akademisi Islam yang berperan aktif dalam membantu Muhammadiyah mencapai tujuannya.
Selain itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM, turut memberikan materi retorika dan penguatan sistem berpikir guna membentuk kader yang mampu tampil sebagai pemimpin dan komunikator yang baik.
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah malam api unggun, di mana para peserta bersilaturahmi bersama para senior dan mendengarkan kisah perjalanan hidup mereka. Momen tersebut membangkitkan kembali semangat perjuangan dan kesadaran diri sebagai bagian dari IMM. Kebersamaan, kerja sama, dan solidaritas yang tercipta selama kegiatan menjadi nilai penting yang dirasakan peserta.
Ketua Penanggung Jawab kegiatan, Isham Rizqullah, menyampaikan bahwa DAD Akbar ini bukan sekadar kegiatan seremonial.
“DAD adalah titik awal lahirnya kader intelektual, spiritual, dan sosial. IMM harus melahirkan pelopor gerakan Islam berkemajuan dan membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Ibu Lurah DAD 2025, Tya Rahmadina, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh instruktur dan panitia.
“Kegiatan ini memberi banyak pelajaran, mulai dari sejarah Muhammadiyah hingga makna menjadi kader sejati. Semoga semangat DAD terus hidup dan menjadi langkah awal untuk berdakwah dan berkontribusi bagi umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Lurah DAD 2025, Adifasha Alfarosadi, menceritakan pengalamannya dalam kegiatan jurit malam.
“Kami belajar arti kebersamaan, mental, dan tanggung jawab. Pengalaman melewati pos di malam hari dengan semangat IMM adalah hal yang tak terlupakan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa IMM bukan hanya organisasi mahasiswa biasa, tetapi merupakan wadah perjuangan yang mengusung nilai berilmu, beriman, dan beramal sebagai wujud Islam berkemajuan. DAD Akbar 2025 menjadi bukti nyata keberlanjutan kaderisasi IMM dalam membentuk generasi muda yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan Persyarikatan.








