BabelMendunia.com, Pangkalpinang — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung (PWM Babel) kembali menggelar Kajian Spesial Edition dengan tema yang sangat relevan untuk generasi muda saat ini: “Masjid Bukan Tempat TUA, Tapi Tempat TUMBUH.”
Kajian ini menghadirkan narasumber istimewa, dr. Muhammad Sholihin Fanani, S.Ag., M.PSDM, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kehadirannya di tengah kesibukan mengisi kegiatan Dikdasmen PWM Babel di Swis-Belhotel Pangkalpinang menjadi momen berharga bagi jamaah.
Acara ini dipandu oleh Artika Salsabila HW, Host TKM dari Ortom HW, yang kembali menemani jalannya kajian live streaming PWM Babel dengan penuh semangat dan kehangatan.
Masjid Sebagai Ruang Tumbuh Generasi Muda
Dalam penyampaiannya, dr. Sholihin menegaskan bahwa selama ini banyak masyarakat yang memandang masjid hanya sebagai “tempat tua” — tempat orang dewasa dan lansia beribadah. Padahal, masjid sejatinya adalah tempat tumbuhnya generasi muda, tempat belajar, beribadah, berdakwah, bahkan ruang bermain positif bagi anak-anak.
“Kalau anak-anak ribut atau bermain di masjid, jangan langsung dimarahi. Tapi bimbing mereka, beri contoh dan motivasi. Ajak mereka mencintai masjid,” ujar dr. Sholihin.
Menurutnya, menegur anak-anak di masjid harus dilakukan dengan cara yang lembut dan mendidik, bukan dengan kemarahan. Dengan cara ini, mereka akan tumbuh menjadi generasi muda yang cinta masjid, bukan menjauhinya.
Kembalikan Peran Remaja Masjid
Dalam kajian ini, dr. Sholihin juga mengajak takmir dan jamaah untuk menghidupkan kembali peran remaja masjid seperti masa lalu, saat organisasi remaja aktif di setiap masjid. Kini, peran tersebut mulai jarang terlihat.
“Sudah saatnya para pemuda dan pemudi bangkit. Bentuk kembali remaja masjid sebagai wadah kreatif, tempat mereka belajar dan berbuat kebaikan,” pesannya.
Ia memberikan contoh kegiatan positif yang dapat dilakukan remaja masjid, seperti:
Program makan gratis untuk jamaah dan masyarakat, Kegiatan bermain sambil mengaji untuk anak-anak, Program reward untuk anak dan remaja yang rajin ke masjid dan menjaga kerapian shaf.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, masjid dapat menjadi ruang aman, nyaman, dan produktif bagi generasi muda.
Masjid Pusat Aktivitas Umat
Menutup kajian spesial ini, dr. Sholihin mengingatkan kembali bahwa masjid adalah pusat aktivitas umat Islam — bukan hanya tempat shalat, tetapi tempat membangun kebersamaan dan peradaban. Ia juga mendorong Ortom dan takmir masjid untuk membentuk bidang khusus remaja masjid sebagai sarana pembinaan yang terarah.
“Mari kita jadikan masjid tempat berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama. Jadikan remaja sebagai motor penggerak kegiatan masjid agar masjid kembali makmur,” tutupnya.








