BabelMendunia.com, Junrejo, Kota Batu — Upaya menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif dan menyenangkan. Hal tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) dan Program Lapangan Persekolahan (PLP) melalui program kerja bertajuk “Revitalisasi Budaya Literasi melalui Festival Literasi” di SD Negeri Junrejo 01, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MAs-PLP dalam mendekatkan siswa dengan aktivitas membaca, menulis, berkarya, sekaligus mendorong keberanian mereka dalam mengekspresikan potensi yang dimiliki. Pelaksanaan festival mendapat dukungan dari Kepala SD Negeri Junrejo 01, Retno Wulan Kartiwi, beserta para guru pendamping yang turut membantu proses koordinasi dan pelaksanaan kegiatan.
Festival Literasi dikemas tidak sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi siswa untuk mengenal literasi melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik dunia anak. Kegiatan tersebut melibatkan siswa dari berbagai jenjang kelas dengan jenis perlombaan yang disesuaikan berdasarkan kemampuan dan tingkat perkembangan mereka.
Bagi siswa kelas rendah, kegiatan yang diselenggarakan meliputi lomba membaca puisi dan lomba mewarnai. Sementara itu, siswa kelas tinggi mengikuti lomba cipta dan baca puisi, lomba poster, serta lomba dongeng.
Pemilihan berbagai jenis perlombaan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MAs-PLP untuk memperkenalkan pemahaman bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menuangkan gagasan, berkomunikasi, menghasilkan karya, serta menyampaikan pesan secara kreatif.
Pada kelas rendah, lomba membaca puisi menjadi sarana untuk melatih keberanian siswa tampil di depan orang lain sekaligus mengembangkan kemampuan membaca dengan ekspresi. Sementara itu, lomba mewarnai memberikan ruang bagi siswa untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas melalui perpaduan gambar dan warna.
Adapun siswa kelas tinggi diberikan tantangan yang lebih beragam. Melalui lomba cipta dan baca puisi, siswa didorong untuk menuangkan ide, perasaan, dan pengalaman ke dalam bentuk tulisan sekaligus belajar menyampaikan karya dengan ekspresi dan intonasi yang tepat.
Lomba poster juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan pesan melalui perpaduan tulisan dan gambar. Kegiatan tersebut melatih kreativitas sekaligus kemampuan siswa dalam menyajikan informasi secara singkat, menarik, dan mudah dipahami. Sementara itu, lomba dongeng menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berbicara, ekspresi, intonasi, keberanian tampil di depan umum, serta daya imajinasi siswa.
Antusiasme siswa terlihat sejak kegiatan dimulai. Para peserta mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka. Dukungan dari teman-teman serta warga sekolah turut membuat suasana Festival Literasi berlangsung meriah dan penuh apresiasi.
Bagi mahasiswa KKN MAs-PLP, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung beragam potensi yang dimiliki siswa SD Negeri Junrejo 01. Setiap siswa memiliki kemampuan dan cara berekspresi yang berbeda. Ada siswa yang menonjol dalam kemampuan berbicara, menulis, menggambar, membaca puisi, maupun bercerita. Melalui Festival Literasi, berbagai potensi tersebut mendapatkan ruang untuk berkembang dan diapresiasi.
Selain mengembangkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar mengenai keberanian, sportivitas, tanggung jawab, serta sikap menghargai karya orang lain. Siswa diajak memahami bahwa mengikuti perlombaan bukan semata-mata tentang menjadi juara, melainkan juga tentang keberanian untuk mencoba, belajar dari pengalaman, dan menghargai setiap proses.
Pelaksanaan Festival Literasi juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN MAs-PLP dan pihak SD Negeri Junrejo 01. Dukungan Kepala Sekolah Retno Wulan Kartiwi bersama para guru pendamping berperan penting dalam memastikan kegiatan berjalan dengan baik, mulai dari koordinasi peserta hingga pendampingan siswa selama perlombaan berlangsung.
Melalui program “Revitalisasi Budaya Literasi melalui Festival Literasi”, mahasiswa KKN MAs-PLP berharap semangat literasi tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Festival ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi siswa dan guru untuk terus mengembangkan berbagai aktivitas literasi, seperti membaca, menulis, bercerita, membuat karya, hingga kegiatan kreatif lainnya secara berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Literasi dapat hadir melalui puisi, cerita, gambar, tulisan, maupun aktivitas komunikasi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Ketika siswa diberikan ruang untuk berkarya dan mengekspresikan diri, literasi dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Dengan terselenggaranya Festival Literasi di SD Negeri Junrejo 01, mahasiswa KKN MAs-PLP berharap budaya literasi di lingkungan sekolah dapat terus tumbuh dan berkembang. Lebih dari sekadar menghasilkan karya atau meraih prestasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif pada siswa untuk gemar membaca, berani menulis, mampu berkomunikasi, berpikir kreatif, serta percaya diri dalam menunjukkan potensi yang dimiliki.
Festival Literasi akhirnya menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi mahasiswa KKN MAs-PLP bersama sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Dari sebuah kegiatan yang sederhana, diharapkan lahir kebiasaan besar yang dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh warga sekolah, sehingga revitalisasi budaya literasi tidak hanya menjadi bagian dari program KKN MAs-PLP, tetapi dapat tumbuh menjadi bagian dari budaya belajar di SD Negeri Junrejo 01, Kota Batu.












